SAMPIT – Banyaknya jalan berlubang di dalam Kota Sampit yang memiliki diameter dan kedalaman bervariatif, dinilai dapat membahayakan pengendara yang melintas. Terlebih saat musim hujan seperti ini, lubang tersamarkan oleh air yang menggenang. Tidak menutup kemungkinan beberapa pengendara akan menjadi korban kecelakaan lalu lintas akibat menabrak ranjau aspal atau lobang tersebut, bahkan parahnya bisa membuat nyawa melayang.
Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa daerah terdapat banyak lubang. Terkadang saat hujan deras dengan durasi lama, banjir akan terjadi di jalan tersebut, yang mengakibatkan lubang tak terlihat. Hal ini merupakan kisah klasik yang kerap terjadi di jalan lintas provinsi tersebut.
“Walaupun saat hujan seperti ini, tetap banyak kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi. Saat melintasi jalan, ada yang tiba-tiba membanting setir bahkan menginjak rem hanya untuk menghindari ranjau lubang. Tindakan ini sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan, dimana saat musim hujan gini lubang itu bisa tertutup dengan air, jadi tidak kelihatan,” kata Amir, salah seorang pengendara motor, Selasa, 13 September 2022.
Lubang yang berada di tengah-tengah jalan memiliki kedalaman mulai dari 1 hingga 15 cm. Beberapa lubang yang ada siap mengancam keselamatan pengendara yang melintas ketika hujan datang. “Tadi saya melihat postingan orang juga di medsos. Ada korban yang mengalami luka-luka akibat menabrak lobang,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepala Pemerintah setempat agar segera memperbaiki jalan tersebut guna tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat membuat pengendar luka maupun kehilangan nyawa.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post