SAMPIT – Adanya pembatasan usia untuk para atlet dalam mengikuti perlombaan untuk cabang olahraga (cabor) karate pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata menjadi kendala bagi cabor karate khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Memang kendala yang kami hadapi saat ini semua yang lainnya cabang olahraga karate ini dibatasi oleh usia jadi secara tegas yang pada saat tahun 2018 dulu bisa meraih medali emas pada tahun 2023 ini karena keterbatasan usia mereka tidak bisa ikut,” kata Ketua Persatuan Olahraga Karate Indonesia (Porki) Kotim Wim R.K Benung, Jumat 3 Juni 2022.
Disebutnya batas umur untuk atlet karate paling tinggi itu 22 sampai 25 tahun. Lebih dari itu tidak bisa menjadi peserta maupun mengikuti kompetisi cabor karate pada Porprov. Namun pihaknya sudah mempersiapkan lapis kedua dan diharapkan juga ini bisa meraih medali di cabang olahraga karate.
“Di cabang karate hanya ada dua daerah yang cukup berat yaitu Palangkaraya dan Barito Utara. Kalau untuk lainnya insyaallah bisa kita hadapi. Kami optimis bisa juara umum lagi dengan latihan-latihan tentunya dan dukungan dari Koni,” tegasnya.
Disebutnya, cabor ini pernah menorehkan prestasi pada Porprov Kalteng 2018 menyandang sebagai juara umum. Pihaknya mampu meraih 8 dari 16 medali emas yang diperebutkan. “Karena separuh dari medali emas itu kota rebut sehingga Kotim menjadi juara umum pada cabor karate. Mudahan akan datang kita bisa mempertahankan itu. Saya berterima kasih juga kepada Koni karena telah mendukung Kotim hingga cabor karate kita ini terbilang maju,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post