SAMPIT – Tim Satuan Operasinal Kepatuhan Internal (Satopspatnal) Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit melaksanakan giat tes urine kepada sejumlah pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Agung Supriyanto mengatakan tes urine ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi masuknya narkoba ke dalam Lapas baik yang dilakukan oleh pegawai maupun WBP.
“Kemarin, Jumat 28 Mei 2021, kita lakukan tes urine bagi pegawai dan warga binaan. Jadi ini salah satu bentuk deteksi dini sebagai perwujudan atau implementasi dan bukti konkrit keseriusan seluruh pegawai Lapas Sampit atas komitmennya dalam memberantas masuknya narkoba kedalam Lapas Sampit,” ujarnya, Sabtu 29 Mei 2021.
Tes urine yang dilakukan kepada 20 orang yaitu 6 pegawai dan 14 WBP itu diambil secara acak atau Random. Dijelaskan Agung Supriyanto, ini untuk mengetahui dan memastikan bahwa seluruh pegawai dan WBP tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Adapun hasil dari 20 orang yang diambil urinenya kali ini hasilnya negatif atau tidak terindikasi mengkonsumsi narkoba, dan kedepannya kami akan terus melakukan kegiatan tes urine baik secara rutin maupun insidentil baik terhadap Pegawai ataupun WBP,” jelasnya.
Ditambahkan, hal ini juga dalam rangka mengurangi potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang disebabkan andaikata terdapat kepemilikan maupun pemakaian narkoba di dalam Lapas baik oleh pegawai maupun WBP.
“Ini juga sebagai perwujudan dari 3 Kunci Pemasyarakatan Maju yaitu Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Berantas Narkoba serta Bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum,” tutupnya
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post