SAMPIT – Menanggapi berbagai persoalan di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyangkut keluhan masyarakat terkait persoalan listrik PLN yang hingga saat ini belum menyala, dan Bantuan Sosial baik dari pemerintah pusat, daerah dan desa setempat, Kepala Desa Tangar Sutrisno dibincangi wartawan
Kamis 14 Mei 2020 siang memberikan penjelasan.
Didampingi Suwandi Sekdes Hardedi A Rahman Selaku Ketua BPD dan Heru Purnomo Anggota BPD serta Sudirman selaku Kaur Umum dan Perencanaan Desa setempat, Sutrisno menjelaskan, pihaknya saat ini sudah berupaya maksimal agar listrik di desa setempat bisa segera menyala.
Bahkan menurutnya langkah pemerintah desa baik melakukan koordinasi dengan pihak-pihak termasuk pihak PLN dan pihak PT Bakung Mas selaku pembagi daya listrik ke Desa Tangar pun sudah dilakukan.
“Untuk persoalan listrik ini memang belum menyala. Tetapi kami selaku pemerintah Desa Tangar, tidak tinggal diam, kami terus melakukan upaya-upaya sampai saat ini, baik berkoordinasi dengan pihak PLN dan pihak kontraktor pelaksana dilapangan. Rencana kami juga dalam waktu dekat ini akan menelusuri lagi ke pihak PLN cabang sampit, karena memang daya ini kita minta dari PT dalam hal ini Bakung Mas maka ada tahapan atau proses yang harus dilalui,” ungkap Sutrisno.
Sementara itu Sekdes Desa Tangar, Suwandi juga turut menegaskan, untuk transparansi soal anggaran listrik tersebut, dirinya selaku orang yang di percaya oleh masyarakat terkait pemasangan listrik tersebut sudah memberikan informasi kepada masyarakat, baik melalui RT atau RW desa maupun secara individual.
“Uang yang dikumpulkan dari masyarakat itu sudah kami setorkan kepada pihak kontraktor dan atas hasil koordinasi kami dengan pihak PLN juga, sementara ini tinggal menunggu MoU antara pihak PLN dengan pihak Perusahaan PT Bakung Mas, menyangkut masalah pembagian daya, karena pak kades juga bersama BPD sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ungkapnya.
Terpisah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hardedi A Rahman menyampaikan, pihaknya selaku BPD desa setempat juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa Tangar berkaitan masalah listrik tersebut, maupun bantuan sosial (Bansos) atau lainnya baik dari pemerintah pusat, Provinsi, hingga kabupaten.
“Kami saling berkoordinasi baik itu menyangkut persoalan listrik yang belum menyala di desa kami, karena memang kami semua selaku pemerintahan desa Tangar ini masih melakukan upaya-upaya, dan langkah kami rencananya akan berkoordinasi kembali dengan pihak PLN, masyarakat kami harap bisa bersabar terkait hal ini,” ungkap Ketua BPD Desa Tangar.
Diketahui Desa Tangar sendiri menurut Kepala Desa Tangar ada mendapatkan bantuan sembako dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur dan bantuan beras dari Dinas Sosial yang nantinya akan dibagikan untuk 66 jiwa masyarakat setempat yang terdampak banjir belum lama ini.
“Hari ini kami juga langsung menerima bantuan sebanyak 17 paket sembako dari dinas BPBD. Dan 369.6 kilo gram beras dari Dinas Sosial untuk masyarakat terdampak banjir total 66 jiwa yang nantinya akan kami bagikan,” tutup Sutrisno.
(sdr/matakalteng.com)





















Discussion about this post