KUALA KURUN – Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas menggelar bazar gerakan pangan murah di Kecamatan Kurun. Upaya itu dalam rangka bulan ramadan dan menyambut hari raya idulfitri 1446 hijriah tahun 2025.
“Bazar gerakan pangan murah menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan, untuk sediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau di bawah harga pasar, yang dijual kepada masyarakat,” kata Kepala DPKP Eigh Manto, Selasa, 25 Maret 2025.
Dalam bazar gerakan pangan murah tersebut, DPKP bekerjasama dengan dinas pertanian, bulog, petani dan pedagang lokal sediakan berbagai komoditas pangan untuk dijual, seperti 125 sak beras lahap lima kilogram, 130 sak beras hibrida 10 kilogram, 300 sak beras SPHP lima kilogram, 180 liter minyak goreng kemasan satu liter.
Selanjutnya, 180 kilogram gula pasir, 90 kilogram bawang merah, 90 kilogram bawang putih, 100 tabak telur, 58 kilogram daging ayam, 100 kilogram ikan patin segar, empat kilogram cabai, dan produk pertanian lainnya.
“Dalam hitungan jam, komoditas pangan yang kami jual habis dibeli. Ini menunjukkan animo masyarakat sangat tinggi dalam membeli pangan murah,” tutur dia.
Bazar gerakan pangan murah ini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Selain itu, juga mendorong pemanfaatan produk lokal untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Dengan gerakan pangan murah ini, maka dapat membantu meringankan ekonomi dan memenuhi beberapa kebutuhan masyarakat di bulan ramadan dan menyambut hari raya idulfitri,” jelasnya.
Selain itu, gerakan pangan murah juga merupakan upaya untuk menyukseskan program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati gumas, serta meningkatkan ketahanan pangan daerah hingga mendukung kesejahteraan masyarakat, melalui akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau.
“Kami bersyukur bazar gerakan pangan murah bisa berjalan dengan sukses dan tertib. Hal ini ditandai dengan banyak warga yang antusias datang untuk berbelanja,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post