KUALA KURUN – Gempita Korwil Kalteng sekaligus kelompok tani Desa Tanjung Riu melaksanakan demonstrasi terkait cara kerja inovasi sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT), yang meraih juara pertama lomba inovasi teknologi pertanian tingkat petani pada jambore tani se-Kalteng tahun 2024.
“Inovasi sistem irigasi berbasis IoT sangat bagus, yang bisa dikembangkan petani, baik itu skala kecil dan besar. Saya wajibkan seluruh perangkat daerah menerapkan inovasi itu,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Minggu, 3 November 2024.
Penerapan inovasi sistem irigasi berbasis IoT skala kecil, seperti di perkantoran dan rumah tangga sudah dapat dilakukan dengan desain saat ini. Namun kalau untuk skala besar, itu masih akan kembangkan, khususnya pada tandon air dan tandon pupuknya.
“Untuk skala kecil, kami meminta seluruh perangkat daerah agar bisa mengembangkan tanaman cabai, tomat, dan terong di pekarangan kantor,” jelasnya. Dia berharap, semua ASN juga mengembangkannya sehingga akan memberi contoh kepada masyarakat bahwa pekarangan rumah dapat digunakan dalam rangka pengembangan pangan.
“Saya akan melakukan evaluasi di setiap perangkat daerah. Bagi yang berhasil, akan diberikan apresiasi. Kalau yang belum berhasil, akan dibina. Pasti ada kesalahan di cara tanam atau mereka malas,” terangnya.
Dia menuturkan, upaya pengembangan pangan ini merupakan gerakan bersama yang sesuai dengan perintah Presiden RI. Dari Pemkab Gumas akan menyediakan lahan untuk pengembangan pangan yang lebih besar yakni tanaman padi.
“Agar itu berhasil, diperlukan suatu inovasi. Salah satunya dengan mengembangkan inovasi sistem irigasi berbasis IoT menjadi skala yang lebih besar,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post