KUALA KURUN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Kabupaten Gumas tahun 2024 sudah dimulai. Sebanyak 319 kafilah dari tujuh kecamatan berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar 23-26 Oktober. MTQ tahun 2024 ini mengangkat tema mewujudkan masyarakat cinta alquran untuk bangsa yang bermartabat di bumi nusantara, khususnya masyarakat Gunung Mas.
“MTQ menjadi momen penting dan memiliki peran strategis dalam implementasikan pokok ajakan keagamaan, yang fundamental dan hakiki yaitu al-quran, dengan diikuti hadis Rasulullah sebagai bagian yang tidak terpisahkan, serta jadi pedoman hidup umat Islam,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Rabu, 23 Oktober 2024 malam.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas sangat mengapresiasi pelaksanaan MTQ, karena ini akan memperkokoh pemahaman terhadap pluralisme dan multikulturalisme, sebagai sebuah kenyataan dalam kehidupan kontemporer.
“Kami juga bersyukur interaksi sosial antar umat beragama di Kabupaten Gumas sangat kondusif. Ini karena terjalin kerjasama yang baik antara pemkab, tokoh agama dan seluruh masyarakat,” tuturnya.
Dia meminta kepada LPTQ, agar lebih pro aktif dalam menjaga kemurnian, kesucian dan kemuliaan alquran. Jangan pernah merasa bangga dan puas, karena melihat pengembangan syiar alquran yang ditampilkan dalam penyelenggaraan MTQ.
“Kami ingin kedepan harus lebih memperhatikan implementasi, dan mengamalkan ajaran alquran itu dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Ketua LPTQ Kabupaten Gumas Jhonson Ahmad mengatakan, MTQ digelar setiap tahun secara berjenjang dan sudah menjadi program nasional, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional. Diharapkan setiap pelaksanaan MTQ, akan dapat menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas.
“Pelaksanaan MTQ bertujuan untuk memilih qari dan qariah terbaik pada semua cabang /golongan yang diperlombakan, sebagai persiapan mengikuti MTQ ke-31 tingkat Provinsi Kalteng tahun 2024, yang akan digelar di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Sekretaris Umum MTQ ke-XVII tingkat Kabupaten Gumas Abdul Jalil Pakaya menyampaikan, ada sembilan cabang yang diperlombakan pada MTQ, yakni tilawah anak putra-putri, fahmil quran putra-putri, khath alquran putra-putri, tartil putra-putri, tilawah remaja putra-putri, tilawah dewasa putra-putri, syarhil quran putra-putri, hafizh alquran satu juz+tilawah putra-putri, dan hafizh quran lima juz+tilawah.
“Jumlah peserta yang mengikuti berasal dari tujuh kecamatan yakni Kecamatan Rungan 45 peserta, Manuhing 60 peserta, Rungan Barat 40 peserta, Kahayan Hulu Utara 25 peserta, Tewah 45 peserta, Sepang 60 peserta dan Kurun 45 peserta,” tukasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post