KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melalui dinas perikanan dan ketahanan pangan (DPKP) setempat melaksanakan gerakan pangan murah di tiga kecamatan, yakni Kahayan Hulu Utara, Damang Batu dan Miri Manasa.
“Gerakan pangan murah ini merupakan upaya untuk mengendalikan dan menekan inflasi, karena harga pangan di tiga kecamatan itu lebih mahal 20-30 persen dari HET,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Minggu, 25 Agustus 2024.
Faktor penyebab melonjaknya harga bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat di tiga kecamatan tadi, adalah biaya distribusi logistik yang tinggi karena jauhnya jarak dan sulitnya medan menuju wilayah iru. Apalagi saat memasuki musim penghujan.
“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pangan, terutama menyelaraskan harga bahan pangan yang sesuai harga di pasaran,” tegasnya.
Dia menuturkan, gerakan pangan murah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada sejumlah kecamatan.
“Pada gerakan pangan murah itu, ada sekitar 500 kilogram beras, minyak goreng, gula dan bahan pangan lainnya yang dijual,” tuturnya.
Dia juga berharap kepada dinas terkait membantu masyarakat yang ada di desa dan kelurahan, dalam pengembangan komoditas bahan pangan. Ini untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Gumas.
“Dinas terkait harus membantu masyarakat dalam hal pengembangan bahan pangan secara mandiri, sehingga mampu menyanggah kebutuhan sendiri,” terangnya.
Terpisah, Kepala DPKP Kabupaten Gumas Eigh Manto mengakui, ada delapan komoditas yang dijual sesuai dengan HET untuk dipasarkan kepada masyarakat, yakni beras SPHP seharga Rp63.000 per lima kilogram, bawang putih Rp40.000 per satu kilogram.
Kemudian bawang merah Rp26.000 per kilogram, minyak goreng Rp18.000 per liter, gula Rp18.000 per kilogram, ayam Rp40.000 per kilogram, ikan patin Rp25.000 per kilogram, dan telur ayam Rp57.000 per tray atau setara 30 butir telur.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post