KUALA KURUN – Sebagai salah satu sekolah penggerak angkatan kedua di Kabupaten Gumas, SMPN Satap 1 Manuhing pada tahun pelajaran 2022/2023, sudah melakukan pengimbasan implementasi kurikulum merdeka di dua sekolah.
“Sekolah yang dilakukan pengimbasan kurikulum merdeka yakni SDN 1 Bereng Jun dan SDN Harang Karamat,” ujar Kepala SMPN Satap 1 Manuhing Suriyanie, Minggu, 30 Juli 2023.
Sebagai sekolah penggerak, memang harus mengimbaskan implementasi kurikulum merdeka sekolah-sekolah lain. Sekolah penggerak harus menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru dan kepala sekolah.
“Kami yakin hasil pengimbasan ini akan berdampak positif bagi pembelajaran di sekolah lain. Dengan komitmen dan semangat guru, maka akan mampu mengembangkan program pembelajaran inovatif dan terintegrasi dengan teknologi,” tuturnya.
Dia mengatakan, kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler dengan konten yang beragam, agar peserta didik dapat lebih optimal dan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
“Kurikulum ini juga memberikan kebebasan dan kreativitas kepada setiap sekolah dan guru untuk mengembangkan program pembelajaran yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Dalam implementasi kurikulum mereka, para guru memberikan pelajaran yang tidak hanya satu arah, tetapi juga membuat berbagai aktivitas yang menyenangkan, yang memuat kompetensi bernalar kritis, kolaborasi, dan kreatif.
“Dengan demikian, akan menghasilkan program pembelajaran yang inovatif dan menarik, serta mendorong peserta didik untuk mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Dia menambahkan, pembelajaran dalam kurikulum merdeka ini lebih berpihak pada peserta didik yang lebih aktif dalam pembelajaran. Sedangkan guru menjadi fasilitator dalam pembelajaran, yang fokus pada pengembangan hasil belajar secara holistik, mencakup kompetensi literasi, numerasi dan karakter.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post