BUNTOK – Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) saat ini mengalami kelangkaan. Kalaupun ada, harga per tabungnya pun sudah melebihi Harga Eceran Tetap (HET) yang ditetapkan Pemerintah Daerah Barsel.
Berdasarkan informasi yang diimpun media ini, harga jual Gas LPG Melon 3 Kg di enam Kecamatan di Barsel, nilainya bervariasi. Seperti di Kecamatan Dusun Selatan, HET ditetapkan Rp 18 ribu. Saat ini harga jualnya mencapai Rp 30 ribu, Rp 35 sampai Rp 40 Ribu. Kemudian, di Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) HET nya Rp 19 ribu dan saat ini dijual mencapai Rp 40 ribu.
Selanjutnya Kecamatan Dusun Utara Rp 22 ribu, dijual Rp 50 ribu. Sedangkan HET di Kecamatan Karau Kuala Rp 22 ribu dan dijual saat ini Rp 50 ribu. Sementara HET Kecamatan Dusun Hilir Rp 23.500 dan di Kecamatan Jenamas Rp 24.500. Oleh para pengecer, seperti kios dan warung yang menjual Gas LPG 3 Kg, saat ini dijual per tabung nya mencapai Rp 60 Ribu.
Terhadap hal ini, Bupati Barsel, H. Eddy Raya Samsuri, ST melalui pesan singkatnya, Minggu 7 Februari 2021, sangat mengharapkan agar pendistribusian gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram dapat lancar, sehingga harganya tetap stabil, dan tidak terjadi kelangkaan. “Hal ini agar bisa menjadi perhatian kita bersama supaya gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram tidak terjadi kelangkaan,” pintanya.
Selaku Bupati Barsel, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mengintruksikan kepada semua Bupati di Kalteng untuk memperketat pengawasan terhadap pendistribusian gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram.
“Tujuannya agar menjamin ketersediaan stok, dan kelancaran distribusi hingga stabilitas harga tabung gas bersubsidi tersebut,” tegasnya. Bupati juga menegaskan, Pemerintah Daerah bakal memanggil pihak pangkalan apabila menjual gas elpiji ukuran 3 kilogram tidak sesuai dengan HET, terlebih lagi jika tidak menjual kepada warga yang kurang mampu atau miskin.
“Saya minta agar Disperindag dan UKM Barsel dapat segera turun ke lapangan, guna melakukan pendataan, apakah benar harga jual Gas LPG 3 Kg sudah melebih HET di enam Kecamatan,” pinta Eddy.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post