• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Wow, Bahasa Sampit digunakan Mahasiswa untuk Mengentaskan Buta Aksara

Wow, Bahasa Sampit digunakan Mahasiswa untuk Mengentaskan Buta Aksara

Sabtu, 3 Juli 2021
in Pendidikan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Lima orang mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beserta satu dosen pembimbing tengah berupaya mengentaskan buta aksara khususnya di Kecamatan Baamang. Hal itu melalui kegiatan pendidikan keaksaraan.

Dosen pembimbing ke lima mahasiswa tersebut yakni Gita Anggraini mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan literasi di daerah. Dimana masih banyak masyarakat yang belum bisa membaca.

Baca juga berita lainnya

Banjir Belum Surut, Disdik Kotim Alihkan Pembelajaran ke Rumah

Disdik Kotim Soroti Kejujuran Data Sekolah Saat Hadiri Haflah SDIT Al Ishlah

Disdik Kotim Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Kini Jadi Fondasi Pendidikan

Upacara Peringatan Tiga Momentum Nasional Jadi Pengingat Pentingnya Sinergi Pembangunan

“Kegiatan ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat. Program ini berawal dari kegiatan pelestarian bahasa Sampit beberapa tahun lalu,” ujar Gita, Sabtu 3 Juli 2021.

Lanjutnya, dengan seringnya interaksi mahasiswa dan pembimbing dengan penutur asli bahasa Sampit yang berada di daerah Baamang menemukan fakta baru, bahwa masih banyak warga Baamang yang buta aksara. Informasi lain juga didapatkan dari tokoh bahasa Sampit yang sering turun ke lapangan, yaitu ibu Rusnilawati. 

“Memang, awalnya sebagian besar warga ini tidak mau mengatakan bahwa mereka buta aksara karena sering mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Namun, dengan pendekatan bahasa daerah dan tokoh masyarakat setempat akhirnya mereka mau dan semangat untuk belajar membaca,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan penuturan para tokoh bahasa Sampit, salah satu kesulitan warga adalah saat pemilu legislatif lalu. Mereka tidak bisa memilih dengan baik, pasalnya di kartu suara menggunakan nama Pasangan Calon (Paslon).

“Masyarakat ini terpinggirkan dan harus berdamai dengan keterbatasan mereka. Padahal dari usia, mereka masih tergolong muda, ada yang 30 hingga 40 tahun,” sebut Gita.

Berdasarkan permasalahan di lapangan tersebut ujarnya, dibuatlah sebuah program Bare Ketawa, Sampai Ketawan : Pendidikan Keaksaran dengan Pemanfaatan Bahasa Daerah.

“Bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Sampit. Bahasa daerah ini digunakan dalam dua hal. Pertama, sebagai alat komunikasi untuk melakukan pendekatan psikologis dengan masyarakat sasaran,” bebernya.

Sebab, dengan menggunakan bahasa yang sama dengan yang mereka gunakan dalam kegiatan sehari-harinya yakni bahasa Sampit, mereka menjadi lebih terbuka dan merasa dekat sehingga memudahkan pembelajaran.

“Kedua, bahasa Sampit digunakan sebagai media pembelajaran. Dalam pengenalan kosakata, belajar membaca digunakan bahasa Sampit. Misalnya mengenalkan huruf vokal i dan a digunakan kata DIKA yang artinya kamu,” ujar Gita yang juga penggiat Literasi di Kotim ini.

Dikatakannya, sesuai dengan rencana bahwa kegiatan di lapangan dilaksanakan selama tiga bulan ditambah dengan persiapan dan pelaporan kegiatan satu bulan sehingga menjadi empat bulan.

“Harapan saya sebagai pembimbing semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya ke depan pihak-pihak terkait dapat bersinergi dengan kampus untuk mengentaskan buta aksara di Kotim. Sebenarnya jika dicari lagi masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Memang harus melakukan pendekatan secara kultural,” tegasnya.

Sementara itu mahasiswa yang mengetuai kegiatan ini Dwi Maulina Permata Sari mengatakan, bahwa masyarakat setempat sangat antusias menyambut kegiatan ini. Bahkan ada salah seorang peserta pendidikan yang tunawicara turut berpartisipasi dalam belajar membaca.

“Sementara ini yang ikut masih ada 8 orang, namun jika kemudian hari ada lagi yang ingin belajar tentu kami menerima dengan tangan lebar,” ujar Dwi.

Disebutkannya, bahwa kegiatan ini dilakukan setiap satu minggu sekali pada hari Jum’at pukul 13.00 WIB. Dimana kegiatan ini langsung dijalankan oleh mahasiswa sendiri bersama dosen pembimbing dan didukung oleh pihak pemerintah desa, kelurahan serta kecamatan setempat.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini sangat didukung dan disambut hangat terutama oleh pihak Kecamatan Baamang, bahkan pada pembukaan kegiatan ini pun dihadiri dan dibuka langsung oleh perwakilan kecamatan serta dihadiri stakeholder kampus, RT dan RW setempat serta pengelola sanggar Mentaya Estetika yang tempatnya dijadikan tempat pelatihan,”ungkapnya.

Menurutnya, pihak kecamatan mendukung kegiatan ini lantaran sepakat dan sependapat dalam tujuan mengentaskan buta aksara, agar kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa membaca maupun menulis.

“Bahkan pemerintah setempat berharap melalui kegiatan ini semoga bisa menjadi solusi untuk masyarakat yang masih belum bisa membaca serta menulis. Sehingga kegiatan kami pun bisa berjalan dengan lancar, yang mana saat ini masih bulan pertama kegiatan,” imbuhnya.

Sementara itu diketahui, kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan ketat. Dimana mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan keaksaraan, namun juga turut mensosialisasikan penerapan prokes agar terhindar dari Covid-19 serta membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebarannya.

“Alhamdulillah masyarakat serta peserta pendidikannya pun tertib menerapkan Prokes, semoga dengan ini kami juga dapat membantu upaya pemerintah agar pandemi ini cepat berakhir,” demikian Dwi.

(dia/matakalteng.com)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Wabup Seruyan Minta Jaga Sinergitas Kemitraan

Next Post

Bupati Seruyan Hadiri HUT Bhayangkara Ke -75 Tahun 2021

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Banjir Belum Surut, Disdik Kotim Alihkan Pembelajaran ke Rumah

Rabu, 20 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Soroti Kejujuran Data Sekolah Saat Hadiri Haflah SDIT Al Ishlah

Sabtu, 16 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Kini Jadi Fondasi Pendidikan

Senin, 11 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Upacara Peringatan Tiga Momentum Nasional Jadi Pengingat Pentingnya Sinergi Pembangunan

Senin, 11 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Siapkan Skema Penataan Guru Honorer, Pengangkatan Baru Dipastikan Dihentikan

Senin, 11 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Forkopimda Kotim Teken Komitmen Bersama, Pungli SPMB Diminta Ditindak Tanpa Toleransi

Senin, 11 Mei 2026
Load More
Next Post

Bupati Seruyan Hadiri HUT Bhayangkara Ke -75 Tahun 2021

Mulai 5 Juli 2021 Akan Dilakukan Penyekatan Wilayah

Begini Cara Pemuda Kreatif Dukung di Kotim Program Vaksinasi

Buka Kegiatan Sosialisasi Penanganan Hama Tanaman, Ini Arahan Bupati Seruyan

Hari Ini, 260 Orang Menerima Vaksin di Puskesmas Baamang I

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK