SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur SP Lumban Gaol berharap, vendor pengerjaan jaringan dan server di RSUD dr Murjani Sampit menjadi satu untuk meminimalisir mis konsepsi.
“Karena pada saat kita melakukan sidak kemarin kita baru mengetahui ternyata untuk pengurusan jaringan dan server di rumah sakit ini menggunakan dua pihak ketiga yaitu untuk jaringan ada vendor tersendiri dan server ada vendornya lagi,”kata Gaol, Selasa 29 Oktober 2024.
Menurutnya, ketika melakukan sidang ia sempat berbincang dengan vendor yang mengurus bagian jaringan di rumah sakit tersebut dan nampaknya memang antara vendor pengurus jaringan dan server terkadang terjadi miskonsepsi.
“Maka dari itu kita berharap kedepannya untuk mengurus jaringan dan server ini ada satu vendor saja sehingga jika terjadi permasalahan yang harus dipertanggungjawabkan mereka tidak ada alasan lagi untuk saling lempar,”tegasnya.
Selain itu lanjutnya, diketahui untuk pekerja yang mengerjakan jaringan pada Rumah Sakit ada kurang lebih 10 orang dan informasinya hingga saat ini masih dalam tahap perbaikan atau perubahan Untuk menggeser jaringan yang awalnya ada di dalam plafon akan dipasang di luar plafon.
“Keterangan dari mereka hal itu untuk mempermudahkan melakukan perawatan kedepannya karena jika jaringan ada di dalam plafon biasanya ketika ada kerusakan sulit untuk dijangkau sehingga memakan waktu cukup lama dibandingkan jaringan yang berada di luar plafon,”bebernya.
Tambahnya, untuk merapikan jaringan tersebut juga harus dilakukan secara bertahap agar pelayanan di Rumah Sakit tetap bisa berjalan.
“Target mereka katanya akan selesai hingga akhir bulan ini akhir Oktober 2024, setelah itu nanti baru mereka bisa mengevaluasi apakah nanti jaringan yang mereka buat ini masih kurang maksimal atau kekurangan kekuatan daripada server,”jelasnya.
Untuk itu diharapkan koordinasi antar kedua vendor ini kedepannya tetap baik sehingga dalam memaksimalkan pelayanan tetap sinkron. Karena menurut Gaol pada saat pihaknya bertanya dengan vendor jaringan mereka menyampaikan kemungkinan dari server yang tidak support.
“Makanya kita menyimpulkan ke depan vendor jaringan dan server ini menjadi satu saja, nanti menjadi PR untuk kita suarakan dibawa dalam diskusi, mudah-mudahan dalam jangka waktu yang akan datang ada diskusi bersama pihak manajemen, kita coba itu ke depan menjadi hal yang serius supaya satu vendors saja yang memegang server sampai dengan jaringan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post