SAMPIT – Jajaran DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan agar pemerintah daerah membagi sejumlah desa yang menjadi sentra pertanian. Sehingga masing-masing desa memiliki keunggulan pertaniannya sendiri dan menghasilkan pertanian yang beragam.
“Misalnya di wilayah selatan yaitu Desa Bagendang serta Lampuyang, bisa menjadi sentra pertanian padi. Karena saat ini warga di sana memang banyak yang menanam padi. Kemudian desa lainnya bisa menjadi sentra pertanian kelapa seperti di Samuda,” kata Wakil Ketua I DPRD Kotim, Rudianur, Kamis, 22 Februari 2024.
Hal itu ujarnya, agar lahan-lahan yang ada dan masih belum dikelola bisa terus dipertahankan serta dikembangkan. Sehingga lahan kosong itu nantinya tidak berubah menjadi perkebunan atau alih fungsi lainnya.
“Ketahanan pangan di Kotim sendiri masih banyak dipasok dari luar daerah. Ini harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena hampir semua membanggakan tanaman pangan terutama padi, tetapi faktanya tidak banyak yang mau menanam,” tegasnya.
Pada kesempatan ini dia menegaskan tidak hanya Desa di wilayah Selatan saja, tetapi desa-desa lain yang sudah menjadi sentra tanaman pangan agar benar- benar dijaga oleh pemerintah.
“Dengan perhatian pemerintah ditunjukkan kepada para petani, kita meyakini para petani tidak akan berpikir untuk berpindah haluan untuk mencari penghasilan. Karena selama ini banyak petani yang akhirnya memutuskan berhenti bertani lantaran menganggap usaha tani ini tidak menjanjikan karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi serta kebutuhan lainnya yang cukup mahal,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post