PANGKALAN BUN — Prestasi membanggakan datang dari dunia sepak bola usia dini Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Sekolah Sepak Bola (SSB) ANKI Junior U-11 resmi menjadi wakil Provinsi Kalimantan Tengah dalam ajang bergengsi South East Asia Football Talent (SEAFT) 2025 yang digelar di Jakarta.
Pelepasan tim dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kobar, Rody Iskandar, yang mewakili Bupati Kotawaringin Barat, dalam upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati, beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Rody menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain, pelatih, dan orang tua yang telah mendukung perjalanan tim hingga mencapai panggung nasional.
“Hari ini terbukti bahwa anak-anak dari pelosok mampu bersaing dan tampil di panggung nasional. Saya membayangkan di antara anak-anak kita suatu saat ada yang mengenakan seragam tim nasional,” ujarnya penuh haru dan bangga.
Lebih lanjut, Rody menegaskan bahwa harapan untuk melahirkan generasi emas di bidang olahraga bukanlah sekadar impian, tetapi cita-cita yang harus diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan keluarga, serta komitmen kolektif dari semua pihak. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelatih, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem olahraga yang mendukung tumbuh kembangnya potensi anak-anak sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kotawaringin Barat Muhammad Toha juga menyampaikan rasa bangganya. Ia menyebut bahwa ini merupakan kali pertama SSB asal Kobar berhasil menembus level nasional dan mewakili Kalimantan Tengah dalam turnamen berskala nasional.
“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras, semangat, dan ketekunan anak-anak serta pembinaan yang konsisten bisa membawa perubahan besar. Ini menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola usia dini di Kobar,” ujar Toha.
Keberhasilan SSB ANKI Junior U-11 bukan hanya membanggakan daerah, tapi juga menjadi motivasi bagi sekolah sepak bola lainnya di Kalimantan Tengah untuk terus berinovasi dan berkembang. Harapannya, prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat pembinaan olahraga anak di seluruh pelosok, agar semakin banyak bibit unggul yang muncul dan membawa nama daerah hingga ke level nasional maupun internasional.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post