SAMPIT – Dalam rangka memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat pesisir, personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan sambang ke masyarakat di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat desa binaan yang secara rutin dilakukan oleh Ditpolairud Polda Kalteng, guna memberikan edukasi, sosialisasi, dan himbauan seputar keselamatan dan keamanan, khususnya di wilayah perairan.
Direktur Ditpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol Dony Eka Putra, turut menitipkan pesan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan penyebaran paham radikalisme. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus terus diamalkan sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pemahaman terhadap bahaya radikalisme sangat penting, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat memecah belah persatuan dan merusak tatanan sosial,” ujar Dony. Kamis, 24 Juli 2025.
Dalam kegiatan sambang tersebut, personel Ditpolairud juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai cara mengenali indikasi paham radikal serta langkah-langkah pencegahannya. Mereka mengajak warga untuk selalu waspada dan tidak ragu melapor kepada aparat jika menemukan hal-hal mencurigakan.
Tak hanya itu, himbauan keselamatan saat beraktivitas di perairan juga diberikan, termasuk pentingnya menggunakan alat keselamatan seperti pelampung saat menyeberang, serta meningkatkan kesadaran terhadap cuaca ekstrem dan kondisi aliran sungai.
Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Kalteng berharap tercipta sinergi yang kuat antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah perairan, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mencegah potensi gangguan keamanan di Kalimantan Tengah.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post