SAMPIT – Kelompok pemuda melakukan pengeroyokan terhadap pria yang berinisial A di salah satu tempat hiburan malam (THM) Gpool Jalan Bengkirai, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Peristiwa yang terjadi, Rabu 4 September 2024 sekitar pukul 02.00 WIB tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang diambil menggunakan ponsel dengan durasi 10 detik.
Insiden bermula ketika seorang wanita dari kelompok korban pengeroyokan yang sedang bermain biliar di lantai dua tempat hiburan tersebut turun ke lantai dasar untuk menggunakan toilet. Wanita yang meminta identitasnya dirahasiakan ini menceritakan bahwa saat ia berada di toilet, ia diresahkan oleh sekelompok pemuda yang juga berada di lokasi yang sama.
“Saat itu saya ke toilet, lalu saya diganggu kumpulan pemuda yang juga berada di toilet. Tidak lama kemudian, teman pria saya, A, datang ke toilet untuk mencari saya,” ungkapnya. Ketika A tiba di toilet, ia secara tidak sengaja bersenggolan dengan salah satu pemuda dari kelompok yang sama. Hal ini memicu reaksi yang tidak terduga, di mana A langsung dikeroyok oleh kelompok pemuda tersebut.
Melihat A dikeroyok, wanita tersebut segera berlari kembali ke lantai dua untuk memanggil teman-teman A guna menghentikan aksi pengeroyokan itu. Namun, upaya mereka untuk melerai justru berujung pada pengeroyokan yang lebih besar. Teman-teman A yang turun untuk membantu malah ikut menjadi korban kekerasan, dihantam dengan benda tumpul, bahkan setelah mereka terjatuh dan tidak berdaya.
Meskipun satpam yang bertugas di lokasi berusaha mengendalikan situasi, jumlah pelaku yang mencapai sekitar 10 orang membuat mereka kewalahan dan tidak mampu menghentikan kekerasan yang terjadi. Insiden brutal tersebut terekam dalam video amatir yang diambil oleh salah satu teman korban. Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana para pelaku memukuli seorang korban yang sudah tidak berdaya hingga tersungkur ke lantai, menggunakan tangan kosong dan helem serta benda tumpul.
Tak hanya itu, terdengar juga ancaman-ancaman yang dilontarkan oleh para pelaku pengeroyokan. Setelah insiden tersebut, para korban segera melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku pengeroyokan dengan bantuan rekaman video amatir serta kamera CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.
Ada dugaan kuat bahwa para pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung. Informasi dari warga sekitar juga mengindikasikan bahwa lokasi tersebut memang sering terjadi perkelahian, yang menjadi catatan penting untuk pihak berwenang. “Dilokasi itu sudah berapa kali kejadian perkelahian, namun ini ja baru ada video buktinya. Apalagi disitu kan tersedia minuman alkoholnya,” tutur salah seorang warga Amat
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post