SUKAMARA – Untuk memperoleh data yang benar-benar riil, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukamara akan melaksanakan sensus pertanian yang dimulai pada 1 Juni 2023.
Kepala BPS Sukmara, Khalid Zuhri mengatakan bahwa sensus pertanian akan dimulai pada 1 Juni 2023 dan pihaknya melibatkan 92 orang petugas.
Khalid Zuhri menerangkan dengan sensus pertanian tersebut pihaknya akan mendapat data yang benar-benar riil yang ada dilapangan terkait kondisi pertanian di Indonesia secara sebenarnya.
“Harapannya menghasilkan indikator-indikator yang tepat guna, misal saat ini trendnya jumlah petani berkurang, dengan hasil sensus ini akan lahir kebijakan-kebijakan yang tepat bagaimana menyikapi masalah tersebut,” kata Khalid Zuhri, Kamis 11 Mei 2023.
Menurutnya, pertanian merupakan sektor yang vital dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, dengan trend saat ini dimana petani mulai menurun maka akan diperoleh gambaran riil kondisi pertanian secara luar di Indonesia.
“Apapun urusan pertanian ini, merupakan urusan yang sangat vital, kami berharap semua bisa memberikan data yang tepat hingga akan melahirkan kebijakan yang tetap sasaran,” jelasnya.
Sensus pertanian dilaksanakan guna memotret perubahan struktur pertanian Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, menyediakan kerangka sampel bagi survei-survei yang akan dilaksanakan di antara dua sensus untuk mengumpulkan statistik pertanian yang lebih rinci, serta untuk menyediakan data yang digunakan sebagai benchmark dan rekonsiliasi statistik pertanian yang ada.
Sensus pertanian merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran 3 sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan rekomendasi FAO.
“Saat ini kami tengah melakukan persiapan semoga pelaksanaan nanti lancar, kami juga terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tukas Khalid Zuhri.
(akh/matakalteng.com)






















Discussion about this post