SAMPIT – Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang merupakan persatuan istri pendamping Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam pertahanan keluarga nasional. Pasalnya DWP yang dapat menciptakan ketahanan keluarga.
Wanita memiliki peran utama dalam pembelajaran putra-putrinya, serta mampu melindungi dan melakukan pendekatan persuasif dari hati ke hati agar tidak terlepas dari pengawasan. Karena pelaku tindak kekerasan dan pornografi biasanya muncul dari keluarga yang tidak harmonis.
“DWP memliki peran penting dalam pertahanan keluarga nasional karena dari dalam keluargalah dapat mengembangkan karakter putra-putri anggota DWP agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di tengah masyarakat,” kata Bupati Kotim H Supian Hadi, Kamis 17 Desember 2020.
Sebagai isteri pendamping ASN harus betul-betul proporsional dan profesional. Mulai mensupport kinerja suami, menjaga perilakunya, serta melindungi dan membimbing putra-putrinya dengan baik sesuai dengan adat dan budaya Timur.
“Semoga kedepan DWP Kotim menjadi organisasi istri ASN yang profesional untuk memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa, yang mampu memberikan banyak manfaat, baik untuk anggotanya maupun untuk bangsa dan negara,” paparnya.
Orang nomor satu di Kotim ini meminta DWP meningkatkan kualitas sumberdaya anggota, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota, keluarga dan masyarakat sesuai dengan visinya. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang demokratis, mandiri dan netral secara politis. Keberhasilan pelaksanaan programnya harus mampu menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi dan persaingan bebas.
“Kedepan kegiatan-kegiatan DWP diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan intelektual, pola fikir maupun ketrampilan praktis yang dapat diberikan melalui kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi anggota dan keluarganya,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post