PALANGKA RAYA — Informasi kenaikan harga dan potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2026 termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menjadi kekhawatiran publik. Pemerintah provinsi memastikan kondisi distribusi masih aman, sembari memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pemberian insentif bagi masyarakat yang melaporkan dugaan penimbunan BBM. “Kalau ada penimbunan, kami siapkan insentif bagi yang memberi informasi,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Rabu 1 April 2026.
Ia memastikan, hingga saat ini kondisi ketersediaan BBM di wilayah Kalimantan Tengah masih dalam keadaan aman dan terkendali. “Untuk sekarang aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya. Meski demikian, Gubernur mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi panic buying yang justru dapat memicu gangguan distribusi di lapangan.
“Ya tentunya seperti imbauan yang ada, seperti kata Pak Menteri, masyarakat jangan terlalu panik.,” katanya. Disisi lain, ia juga meminta aparat terkait untuk bertindak tegas apabila ditemukan praktik penimbunan BBM yang merugikan masyarakat.
“Tapi untuk mengantisipasi itu ya, kalau ada penimbunan dan sebagainya, ya saya minta tindakan tegas. Kalau ada pelanggaran, kalau kami bisa mencabut, kami pasti mencabut, tentunya kami bisa merekomendasikan untuk mencabut.,” tandasnya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak spekulasi distribusi BBM di daerah.

BPS Catat Inflasi Maret 0,54 Persen di Kalteng, Beras dan Cabai Jadi Pemicu
Terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Maret 2026 sebesar 0,54 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di empat kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan IHK meningkat dari 110,91 pada Februari 2026 menjadi 111,51 pada Maret 2026. “Pada Maret 2026 terjadi inflasi month-to-month sebesar 0,54 persen di Kalimantan Tengah,” ujarnya saat press release, Rabu 1 April 2026.
Ia menyebutkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi altt'x/6":"enjelr,-k.,” tandasth/fn > Ia menyebutkan, kelompok makan katany, minuman, dan tembakau me"enjelr,-k.,�1kan I

