PALANGKA RAYA – Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Program PPK Ormawa BEM FKIP UPR berhasil lolos dalam skema pendanaan nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek. Program ini mengusung tema “Transformasi Kelurahan Panarung Melalui Digital Literacy dalam Membangun Komunitas Cerdas dan Inovatif”.
Kegiatan ini menyasar masyarakat Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya-sebuah kawasan dengan jumlah penduduk cukup padat, yakni mencapai 8.779 jiwa berdasarkan data Disdukcapil Kota Palangka Raya tahun 2021. Berdasarkan survei awal, tim mahasiswa menemukan bahwa meskipun 87% warga memiliki smartphone, hanya sekitar 20% yang menggunakannya secara produktif, seperti untuk bisnis digital. Sisanya masih terbatas pada penggunaan media sosial dan komunikasi dasar.
Koordinator lapangan program, Fernando Sixtevan Sitohang, menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah membentuk komunitas digital berbasis lokal. “Kami ingin menjadikan Panarung sebagai kelurahan digital percontohan. Lewat pelatihan dan pendampingan, kami membangun ruang belajar bersama masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif,” jelas Fernando, Minggu 13 Juli 2025.
Senada dengan itu, Ketua BEM FKIP UPR, Muzalifah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Mahasiswa FKIP UPR hadir tidak hanya untuk belajar, tetapi juga memberi kontribusi nyata. Program ini adalah bentuk kolaborasi ilmu, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Lurah Panarung, Evi Kahayanti, S.E. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan masyarakat. Ini bukan sekadar program kampus, tetapi bentuk nyata sinergi antara generasi muda dan pemerintah kelurahan dalam memajukan Panarung,” ungkapnya.
Dosen pendamping program, Jeff Agung Perdana, M.Pd., menambahkan bahwa PPK Ormawa memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengelolaan program berbasis masyarakat. “Program ini memberi pengalaman langsung bagaimana membangun relasi dengan masyarakat, membaca situasi sosial, dan mengelola program dengan dampak yang konkret. Ini pembelajaran yang tak bisa didapat hanya dari ruang kelas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi program, tim mahasiswa mendirikan empat pojok literasi digital tematik, yaitu:Lewu Pintar Digital – pelatihan dasar penggunaan internet
Lewu Pintar Digital – pelatihan dasar penggunaan internet
Panarung Handep Digital – pembuatan konten edukatif
Uluh Anang Kreatif – pelatihan bisnis online untuk ibu rumah tangga
Indu Digital UMKM – ruang baca digital untuk anak-anak
Selain itu, tim juga menggelar Festival Digital Panarung, yang menampilkan hasil karya warga, booth UMKM digital, dan pertunjukan seni lokal berbasis media digital. Program ditutup dengan lokakarya hasil serta pelaporan kepada para pemangku kepentingan, termasuk publikasi video dokumenter di kanal YouTube BEM FKIP UPR dan penulisan artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Diharapkan, Kelurahan Panarung bisa menjadi model bagi kelurahan lain di Kalimantan Tengah dalam membangun komunitas cerdas berbasis teknologi.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post