PALANGKA RAYA – Fenomena El Nino menjadi tantangan besar dalam sektor pertanian karena dapat mengganggu pola cuaca dan berdampak pada produksi dan kesejahteraan petani. Dampak El Nino berkepanjangan beberapa waktu lalu menyebabkan penurunan produksi sayuran hortikultura di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) setempat telah melakukan berbagai upaya, termasuk mendukung kelompok tani yang berada di kawasan food estate dan membagikan benih sayuran gratis agar setiap petani dapat menanamnya di pekarangan mereka sendiri.
“Pengembangan hortikultura di kawasan food estate merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Dinas TPHP Kalteng, Hj Sunarti, Rabu, 27 Desember 2023.
Namun, dampak El Nino seperti kekeringan panjang, gangguan musim tanam, penyebaran serangan hama penyakit tanaman dan penurunan kualitas tanaman, membuat ketidakseimbangan pasokan sayuran dan permintaan.
Untuk itu, pihaknya terus berupaya dalam peningkatan produksi pangan di Kalteng, termasuk melalui pengembangan beras IR-42 seluas 400 hektare, dengan produktivitas yang mencapai 5,5 Ton/hektare. Selain itu, untuk mengatasi El Nino, TPHP Kalteng telah memproduksi padi varietas IR42 melalui pemanfaatan teknik budidaya jarwo dan dekomposer MA-11 organik.
Dalam menghadapi tantangan El Nino dan dampaknya terhadap produksi pertanian, dukungan pemerintah dan kerja sama antarpetani dan kelompok tani sangatlah penting. Upaya untuk meningkatkan produksi seperti adanya pembagian benih gratis perlu diapresiasi dan terus didukung, sehingga kebutuhan masyarakat akan pangan dan ketersediaan pasokannya dapat terjamin.
“Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan kesediaan pangan yang cukup di masyarakat,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post