PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kalteng, Linae Victoria Aden menyampaikan tidak dipungkiri bahwa perempuan dan anak memiliki peran dan pengaruh yang cukup besar dalam upaya pembangunan.
Hal ini juga tentunya tidak hanya bersifat jangka pendek namun juga jangka panjang dalam menciptakan generasi yang tangguh, berkualitas, berakhlak dan berdaya saing di masa depan. “Namun sayangnya, hal ini terhambat satu permasalahan yang sejak lama terjadi ditengah masyarakat, yaitu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Masalah ini bagaikan fenomena gunung es. Kasus kekerasan yang terlaporkan hanya sedikit, sedangkan yang tidak terlaporkan masih sangat banyak,” ujarnya, Selasa 7 November 2023.
Ditambahkannya, masih banyak masyarakat maupun anak-anak/pelajar yang enggan untuk melapor kasus kekerasan dikarenakan berbagai faktor dan alasan, tak jarang pula korban kekerasan mengalami dampak sangat berat hingga menimbulkan rasa tidak berdaya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Maka dari itu Linae mengajak masyarakat termasuk mahasiswa/pelajar di lingkup pendidikan maupun organisasi/lembaga untuk dapat melakukan pendekatan kepada teman sebayanya tentunya akan dapat memaksimalkan upaya mewujudkan perlindungan perempuan, kesetaraan gender, dan perlindungan anak.
“Saya berharap nantinya organisasi maupun lembaga penyelenggara pendidikan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu melakukan deteksi dini kasus kekerasan, dan memiliki kepekaan serta pemahaman maupun keterampilan awal dalam membantu korban kekerasan, agar layanan kepada korban perempuan dan anak menjadi lebih maksimal,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post