PALANGKA RAYA – Kepala Badan Kesbangpol Kalteng Katma F. Dirun mengatakan kepemimpinan itu adalah sebuah sistem melibatkan orang lain, proses kepemimpinan inilah yang memiliki interaksi antara manusia dengan manusia lainnya dan substansi inti dari interaksi sosial itu adalah saling menghargai dan menghormati kekurangan dan kelebihan sehingga terbentuklah sebuah sistem yang ideal yang berpengaruh langsung terhadap ikatan emosional.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa, di Palangka Raya, Senin 25 September 2023.
Katma F. Dirun saat memaparkan materinya yang bertemakan “Peranan Kepemimpinan bagi Aparatur Pemerintah Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa” menyatakan kebanggaannya dapat hadir dan bertemu dengan aparatur desa dari Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.
“Hanya dengan kearifan lokal kita bisa membangun hubungan emosional dalam melaksanakan kepemimpinan dengan hati kepemimpinan Huma Betang. Yaitu, Spiritualitas (campur tangan Tuhan), Mendahulukan dan menghormati ajaran para tetua (orang tua mampu memberikan arahan atas pengalaman hidupnya bagi generasi selanjutnya), Budaya rumah Betang, Musyawarah antar masyarakat adat, dan Keadilan. Jauh sebelum ada Pancasila, masyarakat Dayak telah memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang mengandung nilai Pancasila yang luhur atas perjanjian Tumbang Anoi,” jelasnya.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan Aparatur Pemerintahan Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa di setiap Provinsi.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post