PALANGKA RAYA – Musim kemarau pada tahun 2023 ini diperkirakan lebih cepat melanda wilayah Indonesia. Untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah, pemerintah provinsi pun akan segera melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
Edy Pratowo mengatakan terkait laporan BMKG bulan Maret lalu, yang mengeluarkan peringatan prediksi majunya musim kemarau pada bulan April dan masih akan berlangsung sampai Juni.
“Untuk wilayah Kalimantan Tengah, pada bulan Mei ini curah hujan masih cukup tinggi sampai bulan Juni dan ekstrimnya bulan Agustus, sehingga dari bulan Mei ini kita harus menyiapkan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca), untuk membasahi lahan gambut yang ada di Kapuas, Pulang Pisau, Barsel, dan sebagian Kota Palangka Raya,” jelasnya, Kamis 27 April 2023.
Pemerintah Provinsi Kalteng terus berkolaborasi menyiapkan baik personil, sarana prasarana lainnya, berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menghadapi pengendalian kebakaran hutan lahan tahun ini.
“Kesiapan dana untuk Karhutla sudah teranggarkan di tahun 2023 ini, melekat di dinas-dinas yang sifatnya operasional, sedangkan untuk penanggulangan mitigasi Kebakaran Hutan Lahan tetap perlu adanya status siaga dan tanggap darurat itu,” tegasnya.
Wagub menambahkan menetapkan status siaga atau tanggap darurat minimal harus ada dua kabupaten yang mengajukan status tersebut. Hal tersebut menjadi dasar Pemprov mengeluarkan status siaga dan menjadi dasar dilakukannya TMC.
“Penetapan status sekarang minimal dua kabupaten,” tandasnya.
Sementara itu sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan pada Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan dan Karhutla meminta kepada gubernur untuk segera mengeluarkan surat perintah terkait pelaksanaan TMC mengatasi Karhutla dan kekeringan yang terjadi saat ini.
“Cepat dijalankan jadi jangan ada keraguan untuk TMC bergerak,” tegasnya.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post