PALANGKA RAYA – Dharma Wanita Persatuan (.DWP) Kalimantan Tengah diminta tetap profesional dan menjaga netralitas pada saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng pada tahun 2020 ini.
“Netral, dalam arti organisasi bersifat non politik, sedangkan independen, berarti organisasi ini tidak mempunyai keterkaitan organisatoris dengan organisasi apapun juga, baik politik maupun organisasi kemasyarakatan,” terang Asisten III Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Lies Fatimah saat mewakili Gubernur Kalteng memberikan sambutan di kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) DWP ke-IV Kalteng, Senin 16 Maret 2020.
Ia mengatakan, penegasan independensi Dharma Wanita Persatuan ini sangat penting, sejalan dengan perubahan-perubahan besar yang telah terjadi di masyarakat, terlebih di daerah ini.
“Dalam penyelenggaraan pemilihan umum yang lalu, baik Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DWP telah mampu menunjukkan sifat netral dan independensinya,” papar Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng di Aula Bappedalitbang Kalteng.
Segenap anggotanya benar-benar menikmati kebebasan, tambahnya, dalam menentukan pilihan politiknya tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun juga.
“Saya berharap, sikap seperti itu dapat terus dijaga dan dipertahankan dan juga saya mengharapkan kepada dharma wanita persatuan provinsi Kalteng agar tetap mempertahankan kemandirian, netralitas dan independennya,” urainya.
Terlebih, sebutnya, Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi kemasyarakatan kewanitaan mengemban tugas cukup luas, sehingga diharapkan netralitas dan independen sangat diperlukan untuk bisa menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.
(ys/matakalteng.com)





















Discussion about this post