KUALA KURUN – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gumas menggelar jumpa pers dan rapat keterlibatan publik. Ini dalam rangka pemaparan capaian program tahun 2022 serta rencana aksi program strategis tahun 2023.
”Untuk program strategis di tahun 2023, kita mendapat target PTSL 1.864 bidang tanah sertifikat, dan target 2.778 hektare pengukuran peta bidang tanah,” kata Kepala BPN Kabupaten Gumas Ferdinan Adinoto, Selasa, 21 Februari 2023.
Dia menuturkan, target PTSL telah ditetapkan lokasinya yakni sembilan desa yang ada di Kabupaten Gumas. Kemudian, pengukuran peta bidang tanah dilakukan di empat desa di Kecamatan Kahayan Hulu Utara dan Miri Manasa.
”Untuk kegiatan pengukuran peta bidang tanah, sudah dilakukan penyuluhan dan dilakukan pemasangan tanda batas atau gerakan masyarakat pemasangan tanda batas,” tuturnya.
Dalam kegiatan PTSL, aparat desa dapat mengumpulkan dana dari masyarakat maksimal Rp250 ribu. Dana tersebut digunakan untuk distribusi patok, penyiapan materai, dan biaya transportasi aparat desa datang ke kantor BPN dalam rangka konsultasi.
”Kalau salah satu komponen itu tidak dilaksanakan, maka anggaran bisa dikurangi dari target maksimal Rp250 ribu. Semoga tahun 2023, kita dapat lebih maksimal lagi,” harapnya.
Mengenai capaian program tahun 2022, ada beberapa kegiatan fisik yang belum maksimal seperti redistribusi tanah. Dari target 3.000 bidang, capaian hanya 1.118 bidang tanah. Salah satu penyebab adalah lokasi pelaksanaan redistribusi tanah berasal dari kegiatan pelepasan kawasan Tanah Obyek Reforma Agraria (Tora).
Kendala lain dalam redistribusi tanah, yakni beberapa wilayah tidak ada jaringan telekomunikasi sehingga terkendala komunikasi dengan perangkat desa, lokasi geografis yang sangat jauh, serta pemahaman masyarakat masih rendah tentang pentingnya sertifikat hak atas tanah.
”Ini juga menjadi kendala kami, sehingga target tidak dapat maksimal pada tahun 2022,” tuturnya.
Selanjutnya, dipaparkan juga capaian serapan anggaran BPN Kabupaten Gumas tahun 2022, yakni 77,99 persen. Dari aplikasi smart Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), capaian itu cukup baik dan berada urutan 143 se-Indonesia dari 550 kantor BPN. Capaian serapan anggaran itu merupakan tertinggi se Provinsi Kalteng.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post