PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Noerkim, mendesak agar rumah sakit dan puskesmas di daerah ini dapat lebih memperhatikan ketersediaan obat-obatan untuk masyarakat.
Ia menyampaikan keluhan yang sering diterima dari warga yang merasa dirugikan karena obat-obatan yang dibutuhkan tidak tersedia di fasilitas kesehatan, memaksa mereka untuk membeli obat di luar rumah sakit.
“Saya banyak menerima keluhan dari masyarakat yang terdaftar BPJS Kesehatan, mereka berharap bisa mendapatkan obat gratis setelah berobat, tetapi kenyataannya mereka justru diminta membeli obat di luar rumah sakit,” kata Arif, Jumat 6 Desember 2024.
Menurutnya, hal ini sangat memberatkan masyarakat, apalagi jika obat yang diperlukan memiliki harga yang mahal. Arif menegaskan, masyarakat yang telah terdaftar dalam BPJS Kesehatan berhak mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, termasuk obat-obatan yang dibutuhkan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
“Obat-obatan tersebut seharusnya sudah tersedia di rumah sakit atau puskesmas. Jika ada resep yang tidak lengkap karena beberapa obat tidak tersedia, pihak rumah sakit yang harus bertanggung jawab mencarikannya, bukan pasien atau keluarganya,” ujar politisi PAN ini.
Arif juga mengingatkan agar masyarakat tidak menerima arahan untuk membeli obat di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa memastikan ketersediaan obat adalah tanggung jawab rumah sakit dan apotekernya, bukan beban masyarakat.
“Pelayanan kesehatan yang optimal harus menjadi prioritas. Jika kita ingin pelayanan kesehatan yang gratis, maka semua kebutuhan medis, termasuk obat, harus terpenuhi di rumah sakit. Jangan biarkan masyarakat menanggung beban tambahan,” pungkasnya.
DPRD Kota Palangka Raya berharap dengan adanya perhatian dan tindakan tegas terhadap masalah ini, masyarakat dapat merasakan manfaat maksimal dari BPJS Kesehatan tanpa harus menghadapi kendala terkait obat-obatan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post