PALANGKA RAYA – Tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan munculnya penyakit musiman demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto mengatakan cara yang paling mudah dan murah untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan abatisasi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Gerakan 3 M (Menguras, Mengubur dan Menutup) dan abatisasi yaitu melakukan penambahan abate pada wadah yang menampung air, serta penerapan pola hidup bersih sehat lebih efektif dibanding cara pemberantasan nyamuk lainnya seperti pengasapan,” ujar Riduanto kepada wartawan, Kamis 19 November 2020.
Menurutnya fogging sendiri hanya efektif untuk memberantas nyamuk dewasa, tidak dengan jentiknya. Nyamuk akan tetap tumbuh dan menjadi nyamuk dewasa. Selain itu, dampak negatif penggunaan fogging yang mengandung bahan kimia juga dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan.
Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar masyarakat bisa lakukan pengurasan secara berkala pada bak mandi ataupun tempat penampungan air dirumah masing-masing, karena hal tersebut bertujuan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Riduanto juga menjelaskan, masyarakat memiliki andil besar untuk membuat lingkungan bebas dari nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit DBD maupun penyakit endemik musim hujan lainnya. “Dan satu yang terpenting, stigma masyarakat bahwa nyamuk hanya bisa diberantas dengan pengasapan atau fogging, harus perlahan-lahan diubah,” demikiannya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post