SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson menyebutkan, pembuatan jalur parit perlu dilakukan khususnya di Kecamatan Baamang, untuk mencegah banjir yang kerap kali terjadi di sejumlah ruas jalan serta permukiman warga di wilayah Baamang.
“Karena kondisi banjir yang biasanya terjadi di Kecamatan Baamang ini disebabkan buntu nya jalur air atau air hujan tidak dapat ditampung oleh sungai sungai kecil karena tidak tembus langsung ke sungai besar,” ujarnya, Rabu, 31 Januari 2024.
Untuk itu lanjutnya, perlu dilakukan pembuatan jalur air ini di sejumlah titik agar tembus langsung ke sungai Mentaya atau muara sungai. Sehingga hal ini dapat menjadi upaya jangka panjang yang dapat dilakukan pemerintah dalam penanganan banjir di wilayah perkotaan.
“Bahkan kami melihat langsung pada saat melaksanakan reses di lapangan, memang banyak jalan atau permukiman warga bahkan perumahan yang tidak ada jalur air atau Drainase nya. Sehingga ketika turun hujan seperti sekarang ini yang sudah memasuki musim hujan, banyak terjadi banjir di sejumlah. Bahkan sampai menggenangi rumah warga,” tegasnya.
Rinie juga menyampaikan, sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat langsung kepada dirinya khususnya di kelurahan Baamang Hulu RT 16 yaitu pembuatan Drainase pintu air atau pembagi jalur air dari jalur Lingkar menuju sungai padat karya.
“Selain itu mereka juga berharap dilakukan normalisasi sungai padat karya, peningkatan jalan dan jembatan gang makmur abadi dan gang berkah, pengadaan tiang listrik atau jaringan listrik, serta peningkatan jalan perumahan Mentaya Permai Jalur 2 dan 3,” bebernya.
Sementara kelurahan Baamang RT 17 meminta dilakukan pengaspalan jalan At-Tarbiyah dan gang Dahlia, pengadaan lampu listrik serta pembuatan jalur parit.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post