SAMPIT – Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap supir truk berinisial NS (37) terkait dengan kecelakaan yang menewaskan siswi SD di Jalan Tidar IV, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur (Kotim) pada beberapa waktu lalu.
Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Irfan MN Alireja menyebutkan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan berkenaan dengan insiden yang terjadi pada, Senin 25 September 2023 lalu itu.
“Kami masih melakukan penyelidikan berkenaan dengan hal tersebut, sopir masih diperiksa,” ucap Irfan, Rabu, 27 September 2023.
Sebelumnya sekitar pukul 06:00 WIB truk bernomor polisi KH 8742 LP yang dikemudikan oleh NS terlibat kecelakaan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh DR ibu dari seorang siswi itu saat hendak mengantarnya sekolah.
DR dan sang anak melaju dari arah utara menuju arah selatan di Jalan Tidar IV untuk mengantar sang anak bersekolah. Namun saat DR mencoba menyalip truk tersebut ternyata ada kendaraan lain yang melaju di depannya dari arah berlawanan dari sebelah kanan. Saat itu DR bermaksud menghindar ke kiri kemudian oleng dan tidak bisa mengendalikan kendaraan sehingga terjatuh ke kiri di tengah badan jalan.
“Akibat kejadian tersebut kendaraan mengalami kerusakaan materiil dan pengendara mengalami luka-luka sedangkan penumpang yang masih berstatus siswi meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Insiden kecelakaan itu terjadi pada pukul 06:00 WIB saat arus lalu lintas padat dan jam berangkat sekolah pada Senin 25 September 2023. Banyak yang menyayangkan banyaknya aktivitas hilir mudik truk di jam sekolah.
Musibah itu membuat DR histeris usai melihat kondisi sang anak yang masih duduk di bangku kelas lima itu sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian hingga membuat arus lalu lintas di lokasi kejadian macet karena warga dan pengguna jalan mengevakuasi korban.
Korban saat itu dievakuasi oleh petugas kepolisian dan relawan PMI Kotim ke instalasi kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit dan saat ini jenazah korban telah berada di rumah duka dan jenazah telah disemayamkan oleh keluarga dan guru korban.
(gus/matakalteng.com)






















Discussion about this post