SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meluncurkan roadmap penanganan banjir melalui Dinas Sumberdaya Air Bina Marga Bina Konstruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBK PRKP).
Dijelaskan oleh Kepala Dinas SDABMBK PRKP, Mentana Dhinar Tistama, gambaran kondisi saat ini di Kotim adalah kurangnya penanganan banjir sehingga kejadian banjir terus terjadi dan berulang setiap tahun. Luas genangan banjir dalam kota di Kotim tahun 2020 adalah 695.000 meter persegi. Sedangkan Luas Daerah Rawan Genangan di Kotim tahun 2019 adalah 9.540.875 meter persegi.
“Maka Realisasi Persentase Penurunan titik lokasi banjir adalah 7,28% dari target yang ditetapkan sebesar 5,88%. Kondisi terbaru pada tanggal 18 Februari 2024, curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan Sungai Keruing meluap dan menggenangi perumahan warga. Akibat dari kejadian tersebut terdapat ± 196 KK terdampak,”ujarnya, Senin 25 Juni 2024.
Kondisi ini lanjutnya, tidak hanya mengakibatkan terganggunya aktivitas warga dan berpotensi merugikan perekonomian.
Menurutnya, penyebab terjadinya banjir di Kotim adalah kurangnya sinergitas penanganan banjir dengan melibatkan berbagai stakeholder secara sistematis. Penanganan banjir masih bersifat partial dan kurangnya koordinasi dari beberapa stakeholder yang terlibat sehingga dapat mewujudkan lamanya penanganan dan kejadian banjir yang berulang dikarenakan penanganannya kurang tuntas.
“Menyikapi banjir yang terus terjadi tersebut, maka perlu dilakukan upaya yang sistematis dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak dimana langkah-langkah penanganan banjir lebih terarah dan mempunyai target yang jelas dan bertingkat sehingga tidak terulang kejadian banjir di Kotim,” bebernya.
Kesimpulan dari pelaksanaan proyek perubahan adalah terlaksananya FGD, tersusunnya Roadmap penanganan Banjir Terintegrasi melalui keputusan Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 188.45/011/HUK-DSDABMMBKPRKP/2024 tentang Roadmap Penanganan Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur serta sosialiasi kepada stakeholder.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post