NANGA BULIK – Sebanyak 10 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro Magetan Jawa Timur asal Lamandau yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tengah menjalani karantina di mess desa. Karantina ini dilakukan sesuai protokol pencegahan dan penanganan covid-19 dimana yang bersangkutan menunggu hasil uji swab yang telah diambil di RSSI Pangkalan Bun.
Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana yang juga ketua percepatan penanganan Covid-19 mengatakan, bahwa para santri ponpes Temboro Magetan telah menjalani rapid tes di Labkesda Lamandau dan ke-10 santri santriwati hasilnya negatif.
“Selain menjalani rapid test di Labkesda, mereka juga telah diuji sampel swabnya di Pangkalan Bun, sambil menunggu hasilnya mereka menjalani karantina selama kurang lebih satu minggu di mes desa,” ungkapnya, Selasa 28 April 2020.
Selama di karantina lanjut Hendra, kebutuhan sehari-hari ditanggung oleh pemerintah daerah. “Semua kebutuhan hidup selama di karantina di mes desa ditanggung oleh Pemda, disana juga dijaga ketat pihak keamanan selama 24 jam, jadi yang bersangkutan benar-benar diisolasi hingga hasil swabnya keluar,” jelasnya.
Sedangkan bagi keluarga dan sanak famili kasus 02 positif corona, Bupati Hendra menjelaskan bahwa pihaknya telah mengisolasi mandiri di rumah yang bersangkutan dengan penjagaan ketat dari pihak keamanan.
“Untuk keluarga pasien 02 Positif covid- 19 telah kita lakukan isolasi dengan penjagaan aparat keamanan di rumah mereka, kebutuhan mereka selama isolasi juga ditanggung Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Selain itu, Ketua gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Lamandau itu menjelaskan bahwa petugas dari dinas kesehatan juga telah melakukan rapid tes terhadap 53 orang warga desa Wonorejo Kecamatan Sematu Jaya guna memastikan penyebaran covid-19 setelah salah satu warga desa tersebut dikonfirmasi positif corona pada jumat 24 April lalu.
“Rapid tes kepada keluarga dan orang terdekat pasien positif corona asal Kecamatan Sematu Jaya akan dilaksanakan dua kali, sekitar 4 hari setelah yang pertama pada Sabtu 25 April kemarin, selain itu kita juga lakukan pembatasan sosial kepada seluruh warga Desa Wonorejo dengan dibangunnya posko covid-19 dan dilakukan penjagaan selama 24 jam,” jelas Hendra Lesmana.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post