NANGA BULIK – Datangnya musim kemarau menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penghoby layang-layang. Seperti yang dilakukan warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau. Saban m musim panas datang, hampir seluruh pemuda desa setempat beramai-ramai membuat layang-layang berbagai jenis dan ukuran.
Tentu saja permainan turun temurun ini dapat dimainkan dilapangan bersama warga lainnya. Bermain layang-layang juga tidak mengenal usia, mulai dari anak-anak, dewasa bahkan tidak jarang orang tua juga ikut memainkan benang layang-layangnya di setiap sore dan malam hari.
Triyanto, salah satu warga desa ex tranmigrasi (Bumi Agung) ini, selain mempunyai hobi bermain layang-layang, dirinya juga mahir membuat layang-layang sendiri.
“Kebanyakan warga disini bisa membuat layang-layang, kalau saya otodidak saja,karena hobi jadi coba-coba aja buat yang unik-unik,”ungkap pria yang disapa aan ini. Aan menambahkan, antusias pemuda di desanya sangat tinggi untuk menyalurkan hobinya bermain layang-layang.
“Hampir setiap sore warga disini berkumpul dilapangan untuk menunjukkan layan-layang karya mereka, bahkan setiap malam minggu dan minggu malam kita bermain layang-layang di alun-alun kota Nanga Bulik,” ucap Aan.
“Jadi setiap layang-layang dipasang lampu hias warna-warni, saat bermain malam hari tampak langit diatas alun-alun kota sangat indah karena puluhan layang-layang beterbangan disana,” imbuhnya. Menurut Triyanto, Pembuatan layang-layang tersebut menggunakan bahan berfariasi menurut ukuran dan bentuknya.
“Untuk kerangka menggunakan bahan bambu, lembarannya ada yang menggunakan kertas minyak ataupun plastik, sedangkan tali yang digunakan disesuaikan dengan ukuran dan berat layang-layang, kalau ukurannya besar biasanya menggunakan tambang kecil,” jelas Aan.
Diketahui, suasana malam di alun-alun Kota Nanga Bulik menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar, hal ini karena puluhan warga menerbangkan layang-layangnya dengan hiasan lampu yang unik dan menarik.
(btg/matakalteng.com)







