SAMPIT – Pelaksanaan Sampit Expo 2026 di kawasan Stadion 29 November Sampit dinilai menjadi momentum strategis dalam menampilkan geliat pembangunan dan kreativitas daerah. Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyebut ajang ini bukan sekadar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Kotim, tetapi juga ruang promosi potensi ekonomi dan budaya yang melibatkan banyak pihak.
“Alhamdulillah hampir seluruh kecamatan, perangkat daerah, dunia usaha, hingga UMKM ikut ambil bagian. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian untuk memajukan daerah,” kata Halikinnor saat meninjau lokasi kegiatan, Jumat malam, 9 Januari 2026. Menurutnya, kualitas Sampit Expo dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Ragam produk yang ditampilkan semakin variatif, konsep stan lebih tertata, serta kreativitas peserta terlihat semakin matang.
Hal ini, lanjut dia, mencerminkan perkembangan kapasitas pelaku usaha dan dukungan nyata dari berbagai elemen. Sampit Expo 2026 juga dirangkai dengan Festival Budaya Habaring Hurung dan Gelora Kriya Dekranasda, yang dinilai mampu memperkuat identitas lokal sekaligus memperluas promosi produk kerajinan dan budaya Kotim ke masyarakat luas.
Dalam kunjungannya, Halikinnor memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Ia menyampaikan rasa syukur karena tingginya animo masyarakat tidak diiringi dengan gangguan keamanan atau insiden yang berarti. “Pengunjung sangat ramai, tapi alhamdulillah semua berjalan lancar dan kondusif. Ini patut kita apresiasi,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Halikinnor optimistis Sampit Expo 2026 dapat mendorong perputaran uang hingga Rp7–8 miliar. Bahkan, ia melihat peluang angka tersebut meningkat seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif. “Melihat kondisi ini, kita optimistis target bisa tercapai. Ini sinyal bahwa ekonomi Kotim bergerak cukup baik,” ucapnya.
Ia pun berharap dampak kegiatan tidak berhenti pada transaksi selama expo berlangsung, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM melalui keberlanjutan usaha, perluasan pasar, dan peluang kerja sama ke depan. “Yang kita harapkan, produk-produk ini terus hidup setelah expo, punya pelanggan tetap, bahkan kontrak jangka panjang. Dengan begitu, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post