PALANGKA RAYA – Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Sekda Kalteng), Leonard S. Ampung, menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah, lintas pemerintahan, dan lintas sektor dalam percepatan penanganan darurat bencana banjir di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ia menyoroti perlunya pemahaman yang jelas tentang bantuan yang sudah diberikan, ketersediaan stok bahan pangan, serta peran aktif dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan pihak swasta.
“Kita perlu mengetahui bantuan apa yang sudah dilakukan dan memastikan adanya fasilitas serta bantuan yang dapat diberikan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta pihak swasta. Kehadiran Pemerintah Provinsi harus dirasakan langsung oleh masyarakat di lokasi terdampak banjir,” ujar Leonard, Minggu 27 April 2025.
Leonard juga menekankan perlunya aksi nyata dalam penanggulangan bencana.
“Yang diperlukan saat ini adalah aksi nyata. Kita perlu segera membangun posko di lapangan dan memastikan ada tim yang turun ke lokasi terdampak,” tegasnya.
Selain itu, Leonard mengingatkan pentingnya publikasi yang lebih massif dan inovatif terkait upaya Pemprov Kalteng dalam menangani bencana banjir. Hal ini, menurutnya, penting untuk meng-counter berita-berita hoaks yang beredar di media sosial.
“Diperlukan publikasi yang lebih inovatif dan massif agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat tentang langkah-langkah yang diambil Pemprov Kalteng dalam penanggulangan bencana banjir. Ini juga untuk mengatasi informasi yang tidak benar, terutama yang tersebar melalui media sosial,” ungkap Leonard.
Lebih lanjut, Leonard mengungkapkan bahwa Pemprov Kalteng sudah melakukan identifikasi dan merencanakan langkah-langkah strategis, termasuk kajian penetapan status tanggap darurat provinsi. Rapat ini juga banyak menghasilkan masukan penting terkait tugas pokok dan fungsi (tusi) masing-masing perangkat daerah, agar mereka dapat bergerak cepat dan tepat dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir.
“Selain penanganan darurat, kami juga sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk penanganan pasca-banjir. Kami berharap dengan koordinasi yang lebih baik, penanganan bencana ini bisa dilakukan lebih cepat dan lebih optimal,” tambahnya.
Leonard juga mengungkapkan bahwa infrastruktur penanggulangan bencana sudah mulai bergerak dan bantuan dari provinsi segera disalurkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi kesulitan yang dialami masyarakat dan memastikan jalur logistik tetap aman dan lancar,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan dan penganggaran yang matang, karena banjir bukan hanya bencana tahunan, tetapi bisa terjadi beberapa kali dalam setahun.
“Perencanaan yang matang dan anggaran yang siap sangat penting agar semua perangkat daerah dapat merespons dengan cepat dan tepat,” tutup Leonard.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, dalam laporannya menyampaikan bahwa ada tiga kabupaten di Kalteng yang masih terdampak banjir, yakni Barito Selatan, Pulang Pisau, dan Barito Timur. BPBD Provinsi, menurut Toyib, bertindak sebagai pendamping BPBD Kabupaten untuk memastikan bantuan sampai dengan baik ke lokasi bencana.
“Untuk Barito Timur dan Barito Selatan, bantuan sudah disalurkan, dan kami selalu siap sedia dalam hal sarana dan SDM untuk mendukung penanganan di lapangan,” kata Toyib.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post