PALANGKA RAYA – Dewan Pers kembali menggelar workshop peliputan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024. Workshop tersebut diadakan untuk meningkatkan kualitas teknik peliputan media pada saat pesta demokrasi.
Kegiatan ini melibatkan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalteng serta praktisi pers, selaku narasumber. Menurut anggota Dewan Pers, Totok Suryanto, workshop ini dimaksudkan sebagai pengingat kembali kepada peran media sebagai pengawal demokrasi.
“Peran pers dalam melakukan edukasi melalui informasi yang proporsional tentang pilkada sangat penting, sehingga masyarakat dapat diajak untuk berperan serta mengawasi tahapan pesta demokrasi,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis 11 Juli 2024.
Totok mengharapkan, peran pers dalam menyampaikan berita terkait pemilu/pilkada seyogyanya mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik sehingga tidak menimbulkan kegaduhan atau masalah ikutan lainnya. “Satu-satunya yang dimiliki pers adalah integritas, dan itu harus hadir di tengah publik,” tandas Totok.
Interaksi masyarakat dalam pemberitaan pemilu dan pilkada oleh pers juga akan sangat membantu untuk melihat parameter tingkat kesuksesan persiapan pilkada. Oleh karena itu, peran pers sangat penting dalam membantu suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi 2024.
“Dengan adanya workshop seperti ini, diharapkan kualitas teknik peliputan media dapat meningkat sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan seimbang kepada masyarakat pada saat pesta demokrasi,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)





















