Membangun Identitas Budaya Melalui Revitalisasi Bahasa Daerah

PALANGKA RAYA – Identitas budaya sebuah daerah tidak terlepas dari bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya. Namun, separuh abad terakhir telah terjadi pergeseran budaya dominan yang mempengaruhi penggunaan bahasa daerah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Plh Kepala Dispursip Kalteng, Arthur Mukkun. Dia menilai pentingnya menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah, serta melakukan revitalisasi bahasa daerah.

Baca juga berita lainnya

Mengambil contoh dari Kalteng, pemerintah daerah bersama Balai Bahasa Kalteng telah melaksanakan revitalisasi bahasa daerah di 14 Kabupaten/Kota di provinsi tersebut. Beberapa bahasa daerah seperti Bahasa Dayak Ngaju, Bahasa Maanyan, Bahasa Ot Danum, Bahasa Melayu Kotawaringin dan lainnya menjadi fokus dari kegiatan ini.

“Revitalisasi bahasa daerah tidak hanya bertujuan untuk menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap bahasa dan budayanya,” sebutnya, Kamis, 23 November 2023.

Lebih lanjut Arthur Mukkun menambahkan, bahwa komunitas dan generasi muda harus diperkenalkan dan didekatkan dengan bahasa ibunya serta budayanya. 

“Dengan begitu, mereka dapat memahami dan memperdalam nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa dan budayanya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan revitalisasi bahasa daerah dan berfokus pada Bahasa Dayak Ngaju. Kegiatan ini mencakup beragam aspek, mulai dari pemahaman kosakata hingga pengucapan dan penulisan.

Revitalisasi bahasa daerah bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Namun, upaya yang dilakukan akan memberikan dampak yang signifikan pada penggunaan bahasa daerah di masyarakat.

“Melalui bahasa daerah, kita dapat mengenal lebih dalam budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat suatu daerah,” ujarnya.

Dalam era globalisasi ini, menjaga identitas budaya daerah akan menjadi suatu hal yang semakin penting. Sebagai warga negara Indonesia, masyarakat diminta berperan aktif dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan bahasa daerah serta budayanya. 

“Melalui revitalisasi bahasa daerah, kita dapat membangun identitas budaya yang kuat sehingga masyarakat daerah dapat merasa bangga dengan asal usulnya,” pungkasnya.

(vi/matakalteng.com)

ad-space

Berita Terkait

Next Post< class="jeg_popup_post"> Next Post
Diduga Idap Penyakit, Pria Paruh Baya Tewas di Depan Wv"",et-n, me/a>ranha-hofolsDeprb Peridth="750" height="500" src="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAICRAEAOw==" class="lazyload wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" data-src="https://www.matakalteng.com/assets/storage/2023/11/23/IMG_20231123_085734_copy_750x500.jpg?v=1700704695" data-sizes="auto" data-expass="AppIg.coo" d-11-22at22.31.0

Diduga Idapi Depan Wv"",et-n, me/a>ranha-hofolsDeprb PeridodudateC Wv"",etext clP>ranha Hofolsoundb Peran>

an>

PILIHAN EDITOR">
Kamukus p-121> div>dedma-"706-233Deprs>

iTinggi Pratama">
diodulema