• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, 10 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Sekularisme Biang Kerusakan Bangunan Keluarga

Sekularisme Biang Kerusakan Bangunan Keluarga

Kamis, 29 Agustus 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh. Nur Rahmawati, S.H***

Keluarga adalah institusi kecil yang di kepalai oleh laki-laki yang memiliki komitmen untuk membawa keluarganya selamat, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Upaya ini tentu tidak bisa dilakukan tanpa ilmu dan kesempatan untuk mendapatkannya, terlebih jika tidak didukung oleh banyak pihak seperti masyarakat, terpenting negara.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Jika kepala keluarga ataupun anggota keluarga gagal membimbing atau bahkan justru merusak anggota keluarganya, maka yang terjadi kehancuran keluarga tampak di depan mata. Dilansir dari laman Sindonews.com, seorang anak berusia 6 tahun ditemukan tewas terbungkus dalam karung, yang sebelumnya mengalami penyiksaan oleh ibu tirinya. Hal ini telah dilakukan prarekonstruksi di rumah korban Pontianak, Kalimantan Barat oleh pihak kepolisian setempat (24-8-2024).

Sekularisme Biang Rusaknya Keluarga

Kejadian serupa telah banyak terjadi, ibu membunuh anak atau sebaliknya, semua ini tak lepas dari akar persoalannya yaitu sistem sekularisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, di mana agama hanya diberlakukan dalam lingkup individu saja bukan ranah umum.

Rusaknya bangunan keluarga akibat penerapan sistem sekulerisme kapitalisme dapat dilihat dari beberapa aspek yang saling terkait, di antaranya, Pengaruh Sekulerisme: Sekulerisme yang menjauhkan individu dari agama membuat mereka bertindak sesuai hawa nafsunya saja, tanpa mempertimbangkan standar moral dan konsekuensi perbuatan. Hal ini melahirkan kekeliruan dalam menentukan keputusan dan seringkali berujung pada kezaliman.

Selanjutnya, ketergantungan pada materi: Sistem kapitalisme yang berfokus pada nilai materi semata membuat standar kebahagiaan hidup manusia bergantung pada ketersediaan sumber daya material. Hal ini meningkatkan tekanan hidup dan membuat individu lebih mudah tergoyah oleh emosi negatif, seperti kemarahan dan kekecewaan.

Lebih lanjut, adanya kerusakan ekonomi dan emosi: Masalah ekonomi yang membelit banyak keluarga, seperti sulitnya mendapatkan pekerjaan layak dan pemenuhan kebutuhan harian, seringkali memantik emosi yang meledak. Hal ini berujung pada tindakan amarah yang tak terbendung, seperti kekerasan dalam rumah tangga.

Lebih penting lagi, keluarga yang kehilangan peran agama: Sekulerisme yang menjauhkan individu dari agama membuat mereka buta terhadap standar benar-salah perbuatan. Hal ini mengurangi peran keimanan dalam mencegah perilaku berbahaya dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekerasan dalam keluarga.

Kemudian, sebab sekularisme kapitalisme menjadikan keterlambatan bantuan negara: Negara seringkali tidak menjadikan masalah keluarga sebagai suatu problem besar yang perlu diatasi. Hal ini membuat individu harus menghadapi masalah keluarga sendiri, tanpa bantuan yang cukup dari pemerintah. Dengan demikian, penerapan sistem sekulerisme kapitalisme telah menyebabkan rusaknya bangunan keluarga karena meningkatnya tekanan hidup, ketergantungan pada materi, dan kehilangan peran agama dalam mengatur perilaku individu.

Islam Solusi

Islam menjadikan negara sebagai raa’in, yang akan menjaga fungsi dan peran keluarga. Negara dalam Islam tidak melepaskan diri pada tanggung jawabnya terhadap fungsi dan peran keluarga, seperti memberikan pendidikan. Islam juga memilki sistem pendidilkan berkualitas, berasas aqidah, sehingga menjaga hubungan keluarga tetap harmonis. Pendidikan berbasiskan aqidah Islam di antaranya

Pertama, pendidikan yang Berintegritas: Pendidikan Islam yang berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral peserta didik sesuai dengan ajaran Islam. Tujuan utama pendidikan dalam konsep Islam adalah untuk membentuk individu yang berkepribadian Islam. Di mana individu ini akan memahami hakikat dirinya sebagai seorang hamba dan memberikan manfaat bagi sesama, individu ini pula akan berkontribusi positif kepada umat.

Kedua, Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Dunia: Pendidikan Islam yang berkualitas memadukan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum. Hal ini memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang holistik dan seimbang mengenai dunia, serta memperkuat keyakinan dan nilai-nilai agamanya.

Ketiga, Pembentukan Karakter: Pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk karakter yang baik, integritas, kejujuran, toleransi, dan sikap peduli terhadap sesama. Individu ini akan tercipta memiliki keyakinan yang positif akan penerapan syariat Islam dengan sadar diri tanpa paksaan, berkarakter kuat untuk menjadi pemimpin, bertanggung jawab terhadap kehidupannya, serta amanah terhadap tugasnya.

Keempat, Pemberdayaan Sosial dan Kepemimpinan Islami: Pendidikan berkualitas harus memberdayakan peserta didik untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat dengan membimbing mereka menuju kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Mereka diajarkan untuk memahami tanggung jawab mereka sebagai agen perubahan yang membawa manfaat bagi umat dan lingkungan.

Kelima, Pengawasan dan Evaluasi: Pendidikan Islam memerlukan sistem yang efektif untuk mengawasi dan mengevaluasi program-program pendidikan. Hal ini untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan tercapai dan kualitas pendidikan tetap terjaga. Dengan demikian, sistem pendidikan Islam yang berintegritas dan berbasis aqidah dapat membantu menjaga hubungan keluarga tetap harmonis melalui pembentukan karakter yang baik, integritas, dan kepedulian terhadap sesama

Negara yang menerapkan Islam secara kafah (komprehensif) dapat membawa berbagai manfaat dalam menjaga keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Penerapan Islam secara menyeluruh dalam bingkai negara, akan memastikan bahwa kepala keluarga akan membawa anggotanya untuk selamat dunia akhirat dan menerapkan Islam dengan sukarela tanpa paksaan, sehingga terhindar dari perbuatan zalim.

Penerapan Islam secara kafah akan menerapkan berbagai aspek dengan asas Islam, seperti sistem pendidikan, politik, ekonomi, sosial, dan sistem hukum pun berdasarkan Islam. Pengawasan dan Perlindungan Hukum: Sistem hukum yang berdasarkan syariat Islam akan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi keluarga dan individu.

Hukum Islam memiliki prinsip-prinsip yang jelas tentang hak dan kewajiban, sehingga mencegah tindakan kejahatan dan mempromosikan keadilan. Dengan demikian, negara yang menerapkan Islam secara kafah dapat menciptakan sistem kehidupan yang baik dan menjaga keluarga dengan lebih efektif. Selain itu, negara mewujudkan maqashid syariat sehingga kebaikan terwujud di dalam keluarga dan juga Masyarakat serta negara. Wallahualam bishawab!

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share5Tweet3SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Sebelumnya Rival Politik, Kini Rudini-Paisal Bersatu dalam Perjuangan Membangun Kotim dalam Pilkada 2024

Next Post

Supian Hadi Tiba di Palangka Raya, Gaspol !!

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Supian Hadi Tiba di Palangka Raya, Gaspol !!

Kepala Disbudporapar Pulpis Buka Kejurprov Catur Ke-49

Jadi Tuan Rumah Rakerprov Percasi ke-43, Ini Kata Ketua Panitia Pelaksana

DBH Kebun Sawit Bisa Bantu Peningkatan Infrastruktur

Bupati Kotim Inginkan Atlet Peroleh Pendidikan Khusus Bidang Olahraga

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK