SUKAMARA – Asisten II Setda Sukamara Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yofi Yudistira membuka secara resmi rapat rapat evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah tahun 2022. Dalam rapat tersebut dibahas capaian dan kendala dalam pelaksanaan pembangunan selama setahun.
Menurut Yofi, dalam satu tahun pelaksanaan rencana pembangunan pasti ada kendala yang dihadapi setiap SOPD hingga berimbas pada capaian penyerapan anggaran di tahun tersebut.
“Jadi kendala yang dialami di tahun 2022 akan dievaluasi dan diharapkan tidak akan lagi terjadi di tahun 2023 ini,” ucap Yofi Yudistira, Senin 9 Januari 2023.
Jika memperhatikan realisasi pelaksanaan kegiatan baik keuangan maupun fisik sampai dengan 31 Desember 2022, Yofi berharap agar pada tahun ini seluruh perangkat daerah lebih memacu kinerja pembangunan dan pengelolaan keuangan sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
“Agar apa yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai target dan jadwal yang telah ditetapkan, serta hasilnya bisa optimal,” jelasnya.
Dalam laporannya, Kepala Bappeda Sukamara, Sunardi mengatakan berdasarkan hasil evaluasi akan terindentifikasi hal-hal apa saja yang telah tercapai pada tahun anggaran sebelumnya, serta hal apa saja yang harus dilakukan percepatan pencapaiannya pada tahun yang akan datang.
“Selain itu evaluasi ini juga dapat mengindentifikasi dan menginvestarisir permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan dan tindak-lanjut yang diperlukan, serta meningkatkan konsisten antara perencanaan pelaksanaan dan pengendalian program dan kegiatan,” terang Sunardi.
Sunardi menjelaskan jika penyerapan anggaran tertinggi dicapai oleh Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah 97,06 persen untuk realisasi keuangan dan realisasi fisik sebasar 99,12 persen.
Sementara itu untuk penyerapan anggaran tertinggi kedua Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan realisasi keuangan sebesar 96,94 persen dan realisasi fisik sebesar 98,88 persen. Sementara untuk Dinas PUPR Perkim realisasi keuangan sebesar 96,83 persen dan realisasi fisik sebesar 97,30 persen.
(akh/matakalteng.com)






















Discussion about this post