PALANGKA RAYA – Musim kemarau panjang hingga kini masih melanda seluruh wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng), tak terkecuali di Kota Palangka Raya. Akibatnya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kerap terjadi akibat kondisi lahan dan hutan yang kering kerontang.
Kekeringan pun terjadi di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Kelurahan yang di tahun sebelumnya selalu dilimpahkan air hingga menenggelamkan rumah warga, kini menjadi kering dan tandus.
Kondisi tanpa adanya air bersih ini telah dirasakan oleh masyarakat setempat sejak Juni 2023 lalu.
“Tahun-tahun sebelumnya, di Kameloh Baru ini malah jadi langganan banjir. Kalau sudah banjir air itu masuk ke rumah warga,” kata Lurah Kameloh Baru, Rulissantie, saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Oktober 2023.

Bahkan, harapan warga setempat akan ketersediaan air bersih pun harus pupus, usai sumur bor yang diberikan oleh pemerintah, tak dapat berfungsi optimal.
Sumur bor yang ada di Kelurahan Kameloh Baru, khususnya di wilayah pedesaan ujung, hanya mengeluarkan air dengan warna yang tak jauh dengan air di sungai.
“Kalau di Kameloh Baru yang ujung itu ada sumur bor. Tapi air yang keluar itu keruh dan itu juga kadang-kadang macet airnya. Mungkin karena pipa sumur bor kurang dalam, jadi air masih keruh,” ujarnya.
Namun, kepercayaan warga setempat kepada pemerintah tak pernah putus untuk mengharapkan adanya belas kasih, meski warga setempat tak tahu kapan harapan tersebut dikabulkan oleh pemerintah.
“Semoga ke depan ada sumur bor yang benar-benar memadai dan penambahan sumur bor. Jadi warga tak lagi kesusahan air bersih,” tukasnya.
(rzl/matakalteng.com)






















Discussion about this post