SAMPIT – Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi ditutup pada Senin, 30 Maret 2026. Penutupan posko dilakukan secara nasional oleh Menteri Perhubungan melalui jaringan komunikasi yang diikuti seluruh insan transportasi Kementerian Perhubungan di Indonesia.
Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menyampaikan bahwa selama masa penyelenggaraan posko, arus penumpang di Pelabuhan Sampit tercatat mencapai ribuan orang baik yang datang maupun berangkat.
“Dapat kami sampaikan secara resmi bahwa posko sudah ditutup pada hari ini, Senin tanggal 30 Maret 2026. Untuk kegiatan posko angkutan laut lebaran di Pelabuhan Sampit, penumpang yang turun pada tahun 2026 adalah sebanyak 4.317 orang dan penumpang naik sebanyak 8.873 orang,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan total pergerakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 13.190 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Total penumpang naik dan turun untuk kegiatan angkutan laut lebaran tahun 2026 adalah sebanyak 13.190 orang, menurun sekitar 16,69 persen dibandingkan tahun 2025. Hal ini karena kunjungan kapal pada tahun 2026 sebanyak 12 armada, sedangkan tahun 2025 mencapai 14 armada, sehingga berkurang dua armada. Selain itu lamanya posko tahun ini hanya sekitar 18 hari, sementara tahun 2025 berlangsung selama 23 hari,” jelasnya.
Hotman menambahkan secara keseluruhan pelaksanaan Posko Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Sampit berjalan dengan baik dan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.
“Secara keseluruhan penyelenggaraan posko di Pelabuhan Sampit berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar. Sinergitas dan kolaborasi dengan TNI, Polri, serta dukungan insan pers yang sangat kami banggakan membuat seluruh petugas dapat mensukseskan kegiatan ini,” katanya.
Menurutnya, peran media juga sangat membantu dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga pelayanan kepada penumpang dapat berjalan optimal.
“Pemberitaan media yang akurat dan transparan sangat mendukung seluruh kegiatan kami, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik dan pelayanan prima kepada saudara-saudara kita masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tahun ini, terdapat dua operator kapal yang melayani penumpang di Pelabuhan Sampit, yakni PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Dharma Lautan Utama.
Selain itu, posko angkutan Lebaran juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk kunjungan langsung dari sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.
“Selama penyelenggaraan posko kami juga menerima kunjungan dari Bapak Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda, Pangdam, Bupati Kotawaringin Timur, serta sejumlah kepala dinas provinsi maupun kabupaten. Dukungan dari Dinas Sosial juga sangat luar biasa dengan membantu penyediaan tenda untuk masyarakat yang menunggu proses embarkasi dan debarkasi kapal,” ungkapnya.
Meski secara umum berjalan lancar, pihak KSOP Sampit tetap mencatat sejumlah evaluasi untuk penyelenggaraan posko ke depan, terutama terkait pengaturan jadwal kapal agar tidak terjadi penumpukan penumpang.
“Kendala yang kami hadapi salah satunya mengenai jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal. Pada 15 Maret lalu ada tiga kapal yang berangkat dalam waktu berdekatan, masing-masing pukul 10.00, 12.00, dan 13.00 WIB,” jelasnya.
Menurutnya, ke depan perlu koordinasi lebih lanjut dengan operator kapal agar jadwal keberangkatan memiliki jeda yang cukup.
“Harapannya ke depan pengaturan jarak keberangkatan kapal minimal tiga jam agar tidak terjadi antrian atau penumpukan penumpang maupun pengantar di pelabuhan,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap dapat diatasi berkat koordinasi yang baik antara petugas di lapangan.
“Alhamdulillah berkat sinergi dan kolaborasi seluruh petugas serta dukungan penuh dari media, posko tetap dapat berjalan lancar. Penumpang bahkan sudah mulai naik kapal sekitar tiga jam sebelum embarkasi sehingga antrean dapat terurai dengan baik,” katanya.
Hotman menegaskan keberhasilan penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit menjadi bukti kuatnya kerja sama seluruh pihak dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Intinya seluruh penyelenggaraan posko dari awal hingga penutupan pada hari ini berjalan dengan sukses, humanis, dan lancar,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post