SAMPIT – Perum Bulog Kantor Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan pembangunan gudang dan penggilingan modern di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, dapat terealisasi pada 2027. Saat ini, proses hibah lahan masih berjalan sebagai syarat utama pembangunan.
“Kalau dari Bulog sifatnya kami masih mengusulkan, karena syaratnya harus Bulog sudah punya lahannya. Sekarang masih proses hibah tanah. Tanah itu sudah ada dari Pak Kades, cuma legalitasnya masih berjalan,” ujar Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, tahapan hibah dimulai dari tanah pribadi kepala desa yang dihibahkan ke pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan ke Bulog. Setelah resmi menjadi aset Bulog, barulah pembangunan fisik dapat dilakukan.
“Kalau tanah itu sudah menjadi milik Bulog, baru kita bisa membangun gudang di sana. Target kita 2027, tapi yang penting hibah tanahnya dulu selesai,” katanya.
Rencana pembangunan tersebut bukan sekadar gudang penyimpanan, tetapi juga fasilitas penggilingan modern berkapasitas besar. Bulog menargetkan mesin penggilingan mampu memproses minimal lima ton per jam, dengan dryer berkapasitas sekitar 30 ton per hari.
“Kita ingin membuat gudang ukuran besar agar penggilingan bisa dilakukan lima ton per jam dan dryer sekitar 30 ton per hari. Itu target kami,” tegasnya.
Menurut Azwar, keberadaan penggilingan modern akan berdampak langsung pada harga beras premium di Kotim. Saat ini, sekitar 99 persen beras premium masih didatangkan dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi, sehingga biaya distribusi cukup tinggi.
“Harapannya kalau Bulog sudah punya penggilingan modern sendiri, bisa produksi beras premium sendiri dan menurunkan harga di sini. Kalau bisa produksi sendiri, biaya distribusi bisa dipangkas,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog secara nasional mendapat penugasan pembangunan 100 titik gudang dan penggilingan modern melalui skema pendanaan pemerintah. Jika fasilitas di Lampuyang terealisasi, maka Kotim berpeluang memperkuat kemandirian produksi beras, baik medium maupun premium.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post