SAMPIT – Persiapan matang dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jelang keberangkatan kontingen menuju Pekan Olahraga, Seni, dan Pengajar (PORSENIJAR) tahun 2025 tingkat nasional yang digelar di Bandung.
Prosesi pelepasan kontingen berlangsung di Stadion 29 November Sampit dengan penuh antusias dan dukungan dari berbagai pihak. Ketua PGRI Kotim, Mahbub, menjelaskan bahwa pelepasan dilakukan lebih awal dari jadwal Hari Guru Nasional dan PWRI karena seluruh jajaran PGRI akan bertolak ke Bandung pada 25 November.
“Insya Allah kami hari ini melaksanakan pelepasan karena tanggal 25 kami berangkat ke Bandung. Bapak Bupati tidak bisa hadir hari Senin, jadi kami perlu penyesuaian,” terangnya, Sabtu 22 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Mahbub menjelaskan bahwa PORSENIJAR 2025 menjadi ajang penting bagi para pendidik. Menariknya, Kotim menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Kalimantan Tengah yang sempat menggelar seleksi resmi sebelum tenggat waktu dari pusat.
“PORSENIJAR ini baru pertama kali kami laksanakan selama memimpin PGRI Kotim. Dari pusat, waktu seleksi hanya 10 hari. Alhamdulillah kita sangat solid dari bawah sampai ke atas, hingga bisa menjalankan seleksi dengan baik meskipun dananya patungan,” ujarnya.
Antusias peserta ternyata di luar dugaan. Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti seleksi cabang olahraga dan seni. Dari delapan cabang yang dilombakan di tingkat nasional, Kotim berhasil meloloskan lima cabang untuk mewakili Kalimantan Tengah.
“Kami membawa sekitar 15 sampai 16 orang, total 22 termasuk official dan pelatih. Ada lima cabang yang Kotim wakili, yaitu tenis meja, catur, tari tunggal, vokal solo, dan konten kreator. Tiga cabang lainnya diwakili kabupaten lain,” jelasnya.
Mahbub menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan keseriusan guru-guru di Kotim dalam mengasah potensi mereka baik di bidang olahraga maupun seni. Ia menyebut hal ini menjadi bukti bahwa PGRI bukan hanya wadah organisasi, tetapi ruang pengembangan minat dan bakat para pendidik.
“Kami ingin PGRI eksis, memberikan ruang bagi guru untuk mengeksplorasi dan mengasah kemampuan mereka. Alhamdulillah hasil seleksi sangat berkualitas,” katanya. Persiapan para peserta dimulai sejak 8 Oktober lalu.
Dua cabang olahraga yakni tenis meja dan catur dipersiapkan intensif, sementara untuk seni diisi oleh tari tunggal dan vokal solo, serta satu cabang digital yaitu konten kreator. Seluruhnya berasal dari pemenang seleksi yang melibatkan guru SD, SMP, hingga SMA. Bahkan beberapa peserta berasal dari luar kota namun tetap mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan PGRI Kotim.
Rombongan kontingen akan berangkat pada 25 November dan dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan hingga 28 November 2025. Mahbub berharap seluruh peserta dapat menunjukkan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Kotim serta Kalimantan Tengah.
“Kami mohon dukungan dari pimpinan daerah dan seluruh masyarakat Kotim. Insya Allah kami akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan tugas sebagai utusan Kalteng,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post