SAMPIT – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mulai memperkuat strategi di lapangan.
Salah satu langkah krusial adalah menyiapkan embung portabel sebagai sumber air cepat isi untuk mendukung upaya pemadaman di lokasi-lokasi rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skema penanganan karhutla berbasis taktis, termasuk penguatan regu pemadam yang sudah terlatih serta penyediaan titik-titik embung di lokasi strategis.
“Sudah kami siapkan beberapa titik embung dan monitoring terus kami lakukan. Reaksi cepat juga sudah dijalankan. Regu kami sudah terlatih, mereka bergerak dengan keterbatasan tapi tetap bisa mengatasi kondisi di lapangan,” ungkap Multazam, Jumat 1 Agustus 2025.
Menurutnya, embung yang disiapkan bukan hanya bersifat permanen, namun juga portabel agar bisa dibawa mendekati titik api dan menjadi sumber top-up air cepat saat water tank butuh pengisian ulang. Hal ini penting untuk menjaga efektivitas operasi pemadaman yang harus bergerak lincah dan efisien di tengah kondisi darurat.
“Embung portabel bisa kita taruh di belakang. Jadi kalau mau isi ulang, kita bisa lakukan di sana. Kami punya embung seperti itu, isi 4.000 liter hanya butuh sekitar 10 menit sudah penuh,” jelasnya.
Namun begitu, kendala jarak dari titik kebakaran ke sumber air tetap menjadi pertimbangan teknis. Untuk itu, BPBD juga akan memetakan titik-titik air alternatif yang lebih dalam dan lebih dekat ke lokasi karhutla jika embung utama sulit dijangkau.
“Kalau ternyata jauh dari lokasi karhutla, kita akan cari di titik-titik yang lebih dekat dan lebih dalam. Itu untuk efisiensi waktu dan tenaga,” tambahnya.
Multazam juga menekankan bahwa strategi ini terus dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika di lapangan, mengingat karhutla bukan hanya ancaman musiman, tetapi bencana yang bisa terjadi kapan saja bila tidak ditangani serius.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post