SAMPIT – Pelaksanaan Manasik Haji Jamaah Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka di kabupaten Kotawaringin Timur pada 20 Februari 2025 yang dilaksanakan di Islamic Center Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan manasik haji tahun ini. Kami berharap kehadiran jemaah semua di daerah kami dapat memberikan kesan yang baik, penuh kehangatan, dan mendapatkan pelayanan yang maksimal,” kata Asisten III Setda Kotim, M Saleh, Kamis 20 Februari 2025.
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi umat islam yang mampu secara fisik, finansial, dan keilmuan. Lebih dari sekadar perjalanan fisik, ibadah haji adalah perjalanan ruhani yang penuh makna, di mana setiap langkah dan doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Oleh karena itu, pelaksanaan manasik haji ini memegang peranan penting sebagai sarana pembekalan ilmu, mental, dan spiritual sebelum berangkat ke tanah suci. Saya mengajak para calon jemaah haji untuk mengikuti seluruh rangkaian manasik ini dengan penuh kesungguhan. Jangan ragu untuk bertanya kepada para pembimbing dan petugas apabila ada hal-hal yang belum dipahami,” ujarnya.
Manasik haji merupakan kesempatan emas untuk memahami tata cara ibadah, mulai dari niat, thawaf, sa’I, wukuf di arafah, hingga rangkaian pelaksanaan rukun dan wajib haji lainnya. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, Insya Allah para jemaah akan dapat melaksanakan ibadah dengan sempurna dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
“Saya juga berpesan agar para calon jemaah senantiasa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, mengingat perjalanan haji membutuhkan stamina dan kesabaran yang tinggi. Pastikan untuk selalu mengikuti arahan petugas kesehatan, memperhatikan pola makan, istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri. Semoga dengan persiapan yang matang, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk,” ungkap Saleh.
Selain itu, sebagai duta bangsa dan daerah, jaga sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Tunjukkan keramahan, toleransi, dan sikap saling tolong-menolong di antara sesama jemaah, baik dari indonesia maupun dari negara lain. “Ingatlah bahwa ibadah haji adalah ajang untuk mempererat ukhuwah islamiyah, bukan hanya dengan sesama jemaah haji Indonesia, tetapi juga dengan saudara-saudara muslim dari seluruh penjuru dunia,” ujarnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para petugas pendamping, atas dedikasi, kesabaran, dan tanggung jawab yang diemban. Yang merupakan tugas sangat mulia dan penuh tantangan. “Pastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan terbaik, baik dalam hal administrasi, kesehatan, maupun bimbingan spiritual, agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Tambahanya, Pemerintah Kotim berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan bermartabat. Dirinya berharap sinergi antara pemerintah daerah, kantor kementerian agama, dan seluruh pihak terkait terus terjalin erat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu Plt Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng melalui Kabag Kesra Non Pelayanan Dasar M Ridho mengatakan, manasik haji salah satu fasilitasi yang diberikan pemerintah kepada calon jamaah haji agar memberikan bekal untuk mereka terutama mental spiritual serta pembekalan kesehatan agar benar-benar siap berangkat menunaikan ibadah haji.
“Melalui pelaksanaan manasik haji sejak dini ini harapannya para calon jemaah haji ini mempersiapkan sedini mungkin terutama dalam hal fisik atau kesehatan, mengingat pelaksanaan ibadah haji bukan hanya spiritual saja bamun juga ibadah fisik cukup melelahkan,” ujarnya.
Sehingga kata Ridho, faktor kesehatan ini juga harus disiapkan. Yang mana dalam kegiatan manasik ada salah satu narasumber dari dinas kesehatan menjelaskan nantinya kepada para calon jamaah hal apa saja yang menjadi pantangan untuk menjaga kesehatan terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia.
“Apalagi calon jamaah yang lanjut usia ini sangat rentan dari segi kesehatan sehingga banyak hal yang perlu diperhatikan. Dari sekitar 1600 kuota jemaah haji se Kalimantan Tengah pada tahun 2025 ini ada lebih dari 81 orang yang merupakan jamaah lansia,” debutnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post