PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menjadi tuan rumah digelarnya seri ke-3 UCI Mountain Bike (MTB) Eliminator Word Cup 2024. Kegiatan yang sangat dinanti oleh para penggemar balap sepeda sejati di seluruh dunia.
Para pebalap sepeda dari berbagai negara bergabung dan berlaga di Sirkuit SG 1973 untuk menjadi juara. Setelah melalui balap sepeda yang sengit, terdapat tiga pebalap terbaik dari kelas women elite dan kelas men elite. Dikelas women elite, podium juara pertama diraih oleh pebalap asal Belanda, Didi De Vries, diikuti oleh Pebalap asal Prancis Madison Boissiere dan pebalap asal Thailand Deekaballes Vipayee.
Sementara di kelas men elite, juara pertama diraih oleh pebalap asal Selandia Baru Lochan Brown, diikuti oleh pebalap asal Singapura Riyadh Hakim dan pebalap asal Austria Theo Haurser. Mereka semua memberikan pertunjukan balapan yang luar biasa dan memicu semangat penonton untuk terus memberikan dukungan.
Didi De Vries, peraih juara pertama, mengaku senang dan bersyukur bisa memenangkan kompetisi balapan hari itu. Dia menjelaskan bahwa setelah beberapa percobaan, akhirnya dia mampu mengatasi cuaca panas dan meraih posisi puncak podium untuk pertama kalinya selama pertandingan di Palangka Raya.
“Ini merupakan salah satu target saya pada tahun ini. Saya tidak menyangka bahwa saya akan sangat kuat hari ini,” ujarnya, Minggu 19 Mei 2024. Didi mengungkapkan pada dua pertandingan yang diadakan sebelumnya di Palangka Raya pada tahun 2022 dan 2023, Ia menempati posisi ke enam.
“Pada pertandingan pertama saya berada di posisi ke-6 begitu pula pada tahun berikutnya. Ini pertama kalinya saya menang dan berada di podium selama pertandingan di Palangka Raya. Saya merasa sangat luar biasa bisa memenangkan balapan kali ini. Saya berlatih beberapa kali dan beradaptasi dengan cuaca panas,” jelasnya.
Sementara itu, Lochan Brown mengatakan bahwa balapan ini mengumpulkan poin penting untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Namun ia juga berkisah bahwa suhu di Palangkaraya sangatlah panas dibandingkan dengan kondisi cuaca di negaranya. “Cuaca di Palangkaraya sangat panas, jauh lebih panas jika dibandingkan dengan New Zealand,” bebernya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Kalteng untuk menjadi pusat perhatian dunia di bidang olahraga dan pariwisata. Diselenggarakannya UCI MTB Eliminator Word Cup 2024 seri ke 3 juga memberikan multi effect bagi perekonomian Kalteng dan Kota Palangka Raya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kalteng mampu semakin dikenal di dunia dan Indonesia.
Seperti dikatakan oleh Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, bahwa kegiatan ini dapat memberikan multiplier effect bagi sosial ekonomi masyarakat di Kalteng dan Kota Palangka Raya. Dalam hal ini, Kalteng telah menunjukkan kesanggupannya untuk menggelar berbagai event bergengsi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng telah membuktikan diri menjadi destinasi wisata dan olahraga yang menarik perhatian dunia. Wujud apresiasi dan dukungan yang tinggi harus terus diberikan untuk mengembangkan potensi wisata dan olahraga yang ada di Kalimantan Tengah ini.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post