SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran, pada kunjungan kerjanya ke Sampit, melakukan pertemuan dengan Kepala Desa (Kades) se-Kotawaringin Timur (Kotim) dalam acara Rapat Pembinaan dan Pengawasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2024. Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa perlu adanya sinergi antara pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan Kalimantan Tengah di segala bidang.
“Salah satu bidang yang perlu diperhatikan adalah pendidikan. Menurut data BPS, hanya 30% lulusan SMA di Kalteng yang berkesempatan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi,” ungkapnya baru-baru ini.
Oleh karena itu, Gubernur berencana membangun universitas modern di Kota Palangka Raya untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di Kalteng. Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemprov Kalteng telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi ternama seperti UGM, IPB, dan UI, sehingga anak-anak Kalteng yang miskin pun dapat berkesempatan melanjutkan kuliah ke universitas ini.
“Saat ini kita telah melakukan kerjasama dengan UGM, IPB dan UI, sehingga kita menerima anak-anak Kalteng yang miskin, sekitar 30 – 40% akan digratiskan untuk melanjutkan pendidikan di universitas ini dan tidak perlu lagi pergi keluar Kalteng untuk kuliah,” ucapnya.
Selanjutnya, dalam sektor kesehatan, Gubernur menyadari pentingnya kualitas kesehatan masyarakat yang merupakan salah satu faktor penentu kualitas kerja. Namun, rumah sakit yang ada di Kalteng belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Gubernur merencanakan untuk membangun rumah sakit yang dapat menjangkau pelayanan kesehatan terbawah bagi masyarakat Kalteng.
“Tujuan dari membangun rumah sakit ini adalah untuk memastikan masyarakat Kalteng tidak lagi perlu berobat keluar daerah,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus Gubernur, terutama dalam membuka akses masyarakat ke sumber-sumber kebutuhan dasar seperti akses jalan maupun jembatan sehingga tidak ada lagi desa yang terisolir di Kalimantan Tengah. Hal ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalteng juga menyepakati anggaran untuk bantuan Kepala Desa sebesar Rp.10.000.000 pada kesempatan tersebut. Bantuan ini nantinya langsung disalurkan ke rekening desa untuk program-program pembangunan masyarakat di tingkat desa.
Sementara itu Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDes) Kalteng, Aryawan melaporkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di bidang pembinaan dan pengawasan dalam penataan batas desa terutama sekali dalam capaian progres penyelesaian batas administrasi wilayah pemerintahan.
Kemudian bertujuan untuk pemantauan penyelenggaraan pemerintah desa, melakukan monitoring dan evaluasi progres capaian penetapan dan penegasan batas desa, memantapkan pelaksanaan administrasi batas wilayah desa se Kabupaten Kotim, serta meningkatkan pengetahuan aparatur pemerintah daerah tentang teknis penegasan batas wilayah desa/kelurahan.
“Diharapkan proses penetapan dan penegasan batas desa dapat terlaksana dengan baik, sehingga capaian Progres Penetapan Peraturan Bupati tentang penetapan dan penegasan batas desa di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat maksimal,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post