PALANGKA RAYA – Pandemi Covid-19 telah mengancam seluruh negara di dunia. Jumlah penyebaran virus yang sangat cepat menuntut semua pihak berupaya untuk mencegah agar tidak semakin banyak orang yang tertular.
Tidak hanya pemerintah, kelompok-kelompok masyarakat juga penting untuk terlibat dalam membantu pencegahan penyebaran virus. Ketika wabah ini mulai merambah ke Indonesia, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar Indonesia telah siap ikut serta membantu pemerintah pusat untuk menghadapi wabah ini.
Pada tanggal 5 Maret 2020 lalu, Muhammadiyah membentuk tim khusus sebagai pusat koordinasi untuk melakukan program-program pencegahan dan penyembuhan dari virus corona 2019 ini. Nama tim ini ialah Muhammadiyah Covid-19 Command Center atau disingkat MCCC serta dibentuk di seluruh provinsi terutama di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Secara garis besar tugas dari Tim MCCC ini ialah pencegahan yaitu berupa edukasi dan kesehatan masyarakat, mitigasi, pengobatan, dan terakhir psikososial. Terkait dengan edukasi, MCCC berupaya untuk memasifkan informasi-informasi terkait Covid-19 ini ke seluruh lapisan masyarakat. Edukasi ini dilakukan baik secara langsung kepada masyarakat maupun secara online di platform digital,” ungkap Wakil Ketua MCCC Kalteng Afrie Husin Rahu dalam rilisnya, Senin 20 April 2020.
Gerakan MCCC Kalteng yang dinahkodai Aprie Husin Rahu ini, hampir setiap hari melakukan kegiatan pencegahan dengan penyemprotan disinfektan dari tempat fasilitas umum seperti sekolah-sekolah, rumah ibadah, tempat perbelanjaan, perumahan padat penduduk, jalan-jalan serta sarana sosial lainnya.
Selain itu menurut Aprie, pihaknya juga melakukan sosialisasi penanganan penyebaran covid-19 dengan nara sumber yang berkompeten untuk memberi penyadaran kepada masyarakat bagaimana upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini yang tampaknya semakin hari semakin banyak.
“Tidak itu saja, kami juga membagikan ratusan masker kain, baik itu kepada masyarakat baik itu dari rumah ke rumah penduduk, door to door pejalan kaki, bersepeda motor bahkan yang naik mobil pun kami berikan secara gratis,” ucap Aprie.
Aprie bersama dengan 20 sukarelawan yang tergabung dalam GugusTugas Tanggap Darurat ini, melakukan penyemprotan disinfektan, sosialisasi dan pembagian masker dari pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Adapun sasaran masyarakat permukiman penduduk, seperti di Jalan Perintis blok A hingga D serta Permukiman Jalan Tumenggung Amai Rawang. “Kita bertekad akan terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk memutus mata rantai covid-19 semoga keadaan kembali pulih kembali,” katanya.
Dia berharap, kepada masyarakat agar selalu membiasakan diri hidup sehat dan bersih serta menggunkan masker jika memang harus keluar rumah.
(nat/matakalteng.com)





















Discussion about this post