SAMPIT – Dalam semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah, menyampaikan harapannya agar momentum ini menjadi pendorong semangat baru dalam menyukseskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
“Harapan saya dengan Hari Pendidikan Nasional ini, seperti temanya, mudah-mudahan pendidikan kita lebih maju lagi, bisa menghasilkan generasi emas seperti yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar Irfansyah, Jumat 2 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa agenda apel telah dilaksanakan, dan masing-masing sekolah serta paguyuban seperti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) juga mengadakan kegiatan masing-masing untuk peringatan Hardiknas.
Irfansyah menekankan pentingnya Hardiknas sebagai momentum untuk menyukseskan SPMB 2025.
“Kami harapkan hal ini juga menjadi semangat baru untuk menyukseskan SPMB 2025 yang mana untuk jenjang TK, SD, SMP sudah mulai bulan Mei ini tahap sosialisasi. Bulan Juni nanti ada jadwal-jadwalnya,” jelasnya.
Dirinya menjelaskan bahwa meskipun istilah zonasi telah diganti menjadi domisili, prinsipnya tetap sama.
“Hampir mirip, cuma istilahnya kalau dulu zonasi sekarang domisili. Ada afirmasi, tetap empat pilihan, ada formasi, ada perpindahan antar orang tua juga,” katanya.
Irfansyah menambahkan bahwa juknis telah diedarkan dan sosialisasi mulai dilakukan pada bulan Mei.
“Sudah kami edarkan juknisnya, sosialisasi mulai bulan Mei,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, SPMB 2025 menggantikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebelumnya. Terdapat empat jalur penerimaan dalam SPMB 2025:
1. Jalur Domisili: Menggantikan sistem zonasi, mempertimbangkan jarak antara tempat tinggal siswa dengan sekolah tujuan. Kuota minimal 30% untuk jenjang SMA.
2. Jalur Afirmasi: Diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Kuota minimal 30% untuk jenjang SMA.
3. Jalur Prestasi: Bagi siswa dengan prestasi akademik maupun non-akademik. Kuota minimal 30% untuk jenjang SMA.
4. Jalur Mutasi: Untuk siswa yang orang tuanya pindah tugas. Kuota maksimal 5% untuk jenjang SMA.
Dengan semangat Hardiknas, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam menyukseskan SPMB 2025, guna mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post