SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah menegaskan agar perusahaan besar swasta (PBS) dapat meningkatkan pengawasan kepada karyawan perkebunan kelapa sawit saat arus balik ini. Salah satunya berkaitan dengan angkutan yang dipergunakan.
“Angkutan yang digunakan jangan ada yang menggunakan bak terbuka mengangkut karyawan menuju masing-masing PBS. Kita harus tegas kepada siapapun dalam hal arus balik ini nantinya supaya karyawan perusahaan jangan sampai diangkut dengan truk ataupun pick up dari Pelabuhan Sampit ke lokasi perkebunan,” kata Juliansyah, Sabtu 5 Maret 2025.
Menurutnya masih ada oknum perusahaan yang main-main dengan angkutan yang tidak manusiawi tersebut. “Paling tidak menggunakan bus ataupun travel untuk membawa karyawan jangan pakai truk bak terbuka karena kita punya catatan buruk sejarah angkutan buruh disektor perkebunan ini,”tegasnya.
Dikatakan Juliansyah, mobil bak terbuka memang bukan untuk angkutan manusia peruntukannya. Karena itu digunakan untuk angkutan barang. “Bak terbuka didesain untuk angkutan barang bukan untuk manusia,” ujarnya. Juliansyah menyebutkan jika masih ada karyawan yang sengaja diangkut dengan truk baik di jalanan umum dan di jalan perusahaan maka itu layak ditindak tegas.
“Kita sepakat kalau ada yang masih coba-coba ditindak tegas saja karena ini berkaitan dengan keselamatan nyawa penumpangnya itu sendiri, jadi kita sedari awal tidak salah mengingatkannya,”kata Juliansyah. Dilain sisi Ia juga menyebutkan puncak arus balik ini diperkirakan akhir pekan ini. Sebab hari Senin semua aktivitas kembali normal baik itu perkantoran, swasta hingga sekolah dan kampus.
Maka dari itu pengamanan terhadap arus balik ini tidak kalah penting dalam menciptakan keamanan berlalulintas. “Semoga arus balik ini berjalan sukses seperti arus mudik lalu dan kami berharap pengamanan dan pengawalan terhadap arus balik ini harus tetap dilakukan seperti sebelumnya,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post